Komunitas Sant'Egidio

Negeri Pelangi


Siapa kita

Gerakan dari pandangan anak-anak

Deklarasi

Para Pesta

Tugas

Partisipasi

Pelangi News (IT)

( Il Rigiocattolo )

Mainan Daur Ulang


KEMBALI PADA:

Yang lebih muda

Solidaritas

Home page

 

pada perhatian
Adriana Gulotta

Mainan daur ulang (IL RIGIOCATTOLO)
MAIN, DAUR ULANG DAN MAIN LAGI

"Suatu hari ada sebuah lilin…" Kata-kata ini tertulis di poster yang bergambar anak-anak Gypsy sedang bekerja sama melebur lilin. "Suatu hari ada sebuah mainan… terlantar dan sekarang menjadi mainan daur ulang."

"Rigiocattolo" adalah nama dari inisiatif berjualan mainan bekas, yang diorganisir oleh anak-anak Negeri Pelangi pada bulan Desember di Roma dan juga di banyak kota di negara lain.

Dua bulan sebelum Natal, mereka mengumpulkan mainan bekas dari sekolah dan lingkungan mereka. Anak-anak dan para remaja Negeri Pelangi menyumbangkan mainan mereka dan mengajak teman-teman sekolah mereka untuk ikut menyumbangkannya

Mainan harus didaur ulang karena bahan plastiknya dapat membuat polusi. Jadi mainan perlu disimpan selama mungkin karena bahan plastik dari mainan itu jika dibuang ke bak sampah akan dibuang di tempat pembakaran dan akan mengakibatkan polusi lingkungan.

Anak-anak dan para remaja Gerakan Negeri Pelangi telah mengorganisir "Rigiocattolo" selama dua tahun. Mereka mempromosikan inisiatif ini pada teman-temannya dan dengan antusiasme mereka telah melibatkan ribuan anak dan telah mengumpulkan lebih dari 7.000 mainan.

"Kami bicarakan tentang "Rigiocattolo" pada teman-teman kelas kami, dengan guru-guru kami dan teman-teman yang kami ketemu dimana saja. Kemudian kami perbaiki mainan itu, kami bersihkan, dan kami simpan hampir enam ribu buah, yang kalau tidak dikumpulkan maka akan dibuang ke bak sampah." Beginilah yang dijelaskan anak-anak ini pada orang-orang yang singgah di stand-nya dan yang bertanya tentang apa yang anak-anak ini lakukan selagi mereka berbelanja. 

Prinsipnya sangat sederhana: tidak semua barang yang tidak berguna lagi harus dibuang. Cukup dipoles sedikit dan mainan bekas atau sepotong lilin dapat didaur ulang.

Setiap orang bisa melakukan sesuatu dalam "Rigiocattolo." Walaupun anak-anak Gypsy, mereka dapat membuat lilin daur ulang dan mainan-mainan lain.

Dengan gambar gambar yang dibuat oleh anak-anak yang lebih kecil setiap tahun digunakan untuk membuat kalender.

Ada juga sebuah ruangan uji coba untuk anak-anak yang ingin bereksperimen.

Taman ini berubah menjadi kampung Negeri Pelangi. Anak-anak membagikan undangan di sekitar jalan dan minta orang-orang yang lewat untuk membelinya dan menerangkan tujuan dari Rigiocattolo. Taman ini penuh dengan stand-stand dan anak-anak serta para remaja yang sibuk berjualan, merayu dan menerangkan. Kemudian setiap pembeli ditemani ke kasir dan barang-barangnya dibungkus pula dengan kertas daur ulang. Banyak orang lewat dan berbelanja hadiah Natal. Band dan musik Negeri Pelangi mengiringi selama berlangsungnya penjualan dan untuk menarik banyak orang. 

Tahun lalu kami menjual lebih dari enam ribu mainan. Sekitar seribu mainan yang tidak terjual dikirim ke rumah sakit anak-anak di Tirana, Albania dan untuk para imigran Kosovo.

Inisiatif ini diulangi setiap tahun bukan saja di Roma tapi juga di berbagai kota di Italia dan Eropa. Ini merupakan kesempatan bagi semua orang untuk mendaur ulang mainan. Akhir dari seleksi ini, mainan yang tidak dapat di perbaiki dikirim ke pabrik yang menggunakan plastik untuk membuat kantong dan ke pabrik sintetis.