Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
28 Februari 2015

MENOLAK HUKUMAN MATI

 
versi cetak

Komunitas Sant’Egidio adalah salah satu komunitas awam, yang juga terlibat dalam perjuangan bersama dengan berbagai lembaga di seluruh dunia untuk menolak hukuman mati. Komunitas bergerak untuk melakukan hal ini, berawal dari pertemuan dengan Dominique Green, seorang keturunan Afrika yang tinggal di Texas yang telah memiliki hubungan sejak lama dengan teman-teman komunitas.

Dominique dijatuhi hukuman mati ketika berumur 18 tahun dan dia menjadi sahabat pertama komunitas yang memiliki hubungan yang sangat erat. Dominique sudah seperti saudara dalam komunitas. Hampir 10 tahun komunitas menemani dia. Tetapi sangat disayangkan Dominique telah dieksekusi pada tanggal 27 Oktober 2004 yang lalu.

Dalam pertemuan persahabatan tersebut dia merindukan suatu kehidupan yang penuh dengan cinta dan persahabatan. Dengan Komunitas dia pernah menyatakan bahwa: “Berkat orang-orang yang ada di Italia, saya belajar untuk mengerti dan menghargai nilai kehidupan dan bersahabatan. Mereka memberikan saya harapan dan kekuatan. Mereka telah memberikan kepada saya apa yang tidak dapat saya temukan di dalam kehidupan saya sebelumnya. Dan oleh karena itu, Italia menjadi seperti keluargaku”. Ini adalah tanda yang menunjukkan bahwa ada jalan menuju pertobatan.

Bukankah presiden kita juga bisa memberikan pengampunan dengan cara memberi grasi kepada saudara atau saudari kita yang pernah melakukan kesalahan walaupun itu kesalahan berat?

Hukuman mati setidaknya melanggar hak asasi manusia (HAM) dan hukuman mati termasuk dalam bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. Hukuman mati tidak pernah menimbulkan efek jera. Kita tak pernah membela perbuatan pelaku, bukan untuk menghilangkan kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya, tetapi kita mencintai kehidupannya yang akan direnggut atau dicabut dengan cara dieksekusi mati dan melaui cara yang sadar dan terencana.

Bukankah ini merupakan pembunuhan. Kita semua sepakat bahwa narkoba mematikan dan komunitas selalu mendukung segala bentuk perjuangan pemerintah memerangi narkoba. Memerangi narkoba adalah tindakan manusiawi, tetapi membunuh terpidana kasus narkoba tidaklah manusiawi. Tuhan tidak pernah merancang kita untuk melakukan kejahatan, kita diciptakan baik adanya.

Komunitas Sant’ Egidio selalu menegaskan bahwa kemiskinan dan ketidakadilan selalu membawa orang untuk melakukan tindakan kejahatan termasuk di dalamnya adalah kasus narkoba. Banyak orang di dunia ini mengalami kimiskinan, tidak hanya miskin secara materi, tetapi terlebih mengalami kemiskinan atau krisis cinta kasih.

Banyak orang di belahan dunia ini mengalami krisis perhatian, tidak menemukan teman atau sahabat untuk berbagi suka dan duka hidupnya, ia mengalami kekosongan. Di tengah kehampaannya itu dia kehilangan jati diri dan tidak diakui keberadaannya sebagai individu yang butuh dikasihi, diperhatikan, dan dicintai sesamanya. Dia mengalami suatu stress psikologis karena disinggirkan oleh sesamanya dan titik akhir dia akan mengalami jalan pintas dengan melakukan kejahatan agar eksistensinya juga diakui oleh sesamanya. Dia akan berjuang untuk mencari orang-orang yang mengalami nasib yang sama dengan dirinya, sehingga virus keburukan akan menyebar ke teman yang dia jumpai.

Kejahatan akan semakin luas. Inilah dampak ketidakpedulian kita bagi mereka yang miskin baik secara jasmani maupun rohani. Ketidakadilan juga banyak dialami oleh warga negara kita. Banyak yang merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah. Rasa nasionalisme dari orang-orang yang kurang diperhatikan tersebut patut dipertanyakan. Jangan-jangan mereka tidak lagi mencintai tanah airnya. Sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap ketiadadilan tersebut adalah melakukan penyimpangan dan tindakan kejahatan. Kejahatan akan menyebar dan akan semakin luas jika ketidakadilan selalu muncul di tengah masyarakat kita.

Kemiskinan dan ketidakadilan adalah dua dari banyak faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan kejahatan termasuk kasus narkoba. Jadi, lebih baik berjuang melawan penyebab seseorang melakukan tindakan kejahatan daripada memerangi hasil perbuatan yang dilakukannya, karena pengobatan dalam diri lebih menimbulkan efek jera daripada mengambil jalan yang tidak manusiawi dengan cara eksekusi mati.

Hukuman mati bukan merupakan jalan yang tepat untuk memberantas kejahatan. Mengobati luka masa lalunya dengan cara pengampunan adalah jalan yang terbaik sambil memberdayakannya agar lebih manusiawi dan mencintai kehidupan. Tentu, ini juga bukan merupakan pilihan yang terbaik, tetapi kita mencoba membangun peradaban yang lebih manusiawi agar generasi kita belajar untuk mencintai .

Tulisan ini, hanya merupakan sepenggal harapan agar kita lebih mencintai kehidupan dan perdamaian. [Kanisius Mandur].


 JUGA MEMBACA
• BERITA
3 Mei 2017

Kursus Singkat Sekolah Damai Yogyakarta "Ajari Aku untuk Bertumbuh"

16 Februari 2017
INDONESIA

ADA YANG MENYEBUT MEREKA “MANUSIA GEROBAK”, TETAPI BAGI KAMI, MEREKA ADALAH SAHABAT.

IT | ES | DE | PT | ID | HU
24 Januari 2017

Sebuah perjalanan: Pemuda Damai Komunitas Sant'Egidio Kupang

12 Januari 2017

VIDEO: Selamat Hari Natal dari Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo

31 Desember 2016

Peta makan siang Natal Sant'Egidio di dunia. Klik dan Kujungi fotogallery

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID | HU
29 Desember 2016

Kenangan bersama Pak Trisno

berita semua
• PRINT
21 Mei 2017
Deutsche Welle

Bundesregierung will Religionen stärker in die Pflicht nehmen

19 Mei 2017
Tagespost

G-20: Sant'Egidio erhält Preis für Kampf gegen Aids

14 Mei 2017

Die "Uno von Trastevere" wirkt auch in Berlin

26 April 2017
Domradio.de

Merkel empfängt Friedensbewegung Sant'Egidio

26 April 2017
katholisch.de

Merkel empfängt Gründer von Sant'Egidio

26 April 2017
Radio Vatikan

Merkel trifft Riccardi

semua rilis pers
• ACARA
1 Januari 2015

Peace in all Lands 2015

26 April 2012 | SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

Pertemuan Damai Dunia, Sarajevo 9-11 September 2012

3 Juli 2011 | INDONESIA

"Aku Cinta Damai" Pesta Negeri Pelangi. Panti Asuhan Desa Putera, Jakarta

24 Juni 2010

Mengenang William Alfredo Quijano Zetino yang mendapatkan penghargaan "Colombe d'Oro 2010". William adalah seorang anggota muda dari Komunitas Sant'Egidio di San Salvador yang dibunuh karena karyanya bagi anak-anak di Sekolah Damai.

16 September 2009

Milan - Pesta Buka Puasa Bersama oleh Komunitas Sant'Egidio: bersama-sama dengan komunitas muslim, teman-teman dan perwakilan dari berbagai agama

13 September 2009

Antwerpen (Belgia): Prosesi penyalaan obor untuk mengenang para korban deportasi selama pendudukan nazi.

Semua pertemuan doa untuk damai
• ADA HUKUMAN MATI
7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

3 Desember 2014

5th Circuit Court of Appeals stops execution of Scott Panetti!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN
Daniela Pompei

Aram I

Crescenzio Sepe

"Napoli, kota bagi semua orang, Napoli kota bagi dunia": sebuah barisan untuk mengatakan Tidak bagi Rasisme

semua dokumen

VIDEO FOTO
7:06
Makan Siang Natal bersama Komunitas Sant'Egidio
Christmas Lunch 2010 in Jakarta (Indonesia)
9:45
Sebuah video baru kunjungan Paus Benedictus XVI ke mensa Komunitas Sant'Egidio di Roma pada tanggal 27 Desember 2009

49 kunjungan

56 kunjungan

62 kunjungan

59 kunjungan

64 kunjungan
semua media terkait