Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
18 September 2016 | ASSISI, ITALIA

Andrea Riccardi: “Tiga puluh tahun yang lalu Yohanes Paulus II menunjukkan kepada agama-agama kepintaran dari dialog”

 
versi cetak

“Suatu hari yang dingin dan berangin tapi penuh dengan cahaya.” Beginilah Andrea Riccardi, pendiri Komunitas Sant’Egidio mengingat hari bersejarah Hari Doa Perdamaian yang diprakarsai oleh Paus Yohanes Paulus II di Assisi 30 tahun yang lalu. Bagi Riccardi, “suatu intuisi yang mendalam dan sederhana” dari Yohanes Paulus II menunjukkan sebuah berita yang besar: pemimpin-pemimpin agama bisa “berdampingan satu di sebelah yang lain, untuk perdamaian” dan “hadir bersama memberikan kesaksian kepada kepercayaan mereka bahwa hidup bersama adalah suatu hal yang memungkinkan”.

Acara ini, yang diinginkan oleh sebagian orang untuk tetap “unik, tanpa tindak lanjutan”, memunculkan kembali sesuatu yang mendasar bagi semua tradisi-tradisi agama dan menunjukkan kemampuan untuk menghasilkan buah perdamaian “di banyak tempat di dunia”, seperti di Mozambik (1992), dan juga kemampuan untuk “melawan perbudakan iman terhadap perang dan terorisme.” Di Assisi, diketahui bahwa ada suatu kebutuhan untuk berdoa bagi perdamaian, dan “doa setiap orang, berdasarkan identitas masing-masing, dan untuk mencari kebenaran”.

Untuk hal ini, Riccardi mengamati, “Sant’Egidio telah memilih untuk meneruskan semangat ini”, untuk terus bertemu, karena “dalam pertemuan ada sebuah pembebasan” dari dunia-dunia individual yang kecil. Hari ini semangat Assisi meredakan waktu yang rumit dan terpecah, dengan tantangan-tantangannya, penyesuaian masyarakat, dan juga ketakutan yang baru.

Riccardi menekankan pentingnya sebuah dialog, “sebuah hal fundamental untuk bergabung, menyoroti segala hal yang umum dan mengambil keuntungan dari apa yang berbeda”. Mengutip Bauman, dimana dialog “adalah sesuatu yang harus dihadapi manusia, karena pilihan lainnya terlalu mengerikan untuk dipikirkan”, pendiri Sant’Egidio menyimpulkan: “Dialog adalah kepintaran hidup bersama: baik kita akan hidup bersama atau mati bersama”.


 JUGA MEMBACA
• BERITA
23 September 2016
ASSISI, ITALIA

Texts and speeches of the closing ceremony of Thirst for Peace - Assisi 2016

IT | EN | ES | PT
20 Oktober 2016

One month after Assisi 2016, many meetings to answer to the "Thirst for Peace" of the world

IT | EN | ES | DE | FR | PT | RU
20 Oktober 2016
NAKURU, KENYA

The Spirit of Assisi in Kenya: the meeting "Thirst for Peace" in Nakuru

IT | EN
19 Oktober 2016
KAMPALA, UGANDA

Thirst for Peace: in Uganda one day of prayer for peace in the Spirit of Assisi

IT | EN
berita semua
• PRINT
21 September 2016
La Vanguardia

El papa Francisco pide que ante la guerra no haya "división entre las religiones"

21 September 2016
El Pais (Spagna)

El papa Francisco pide que ante la guerra no haya "división entre las religiones"

29 Oktober 2016
La Civiltà Cattolica

Intervista a Papa Francesco in occasione del viaggio apostolico in Svezia

30 September 2016
Vida Nueva

Marco Impagliazzo: “Los líderes musulmanes deben denunciar con más valentía el terrorismo”

22 September 2016
Agencia Latinoamericana y Caribeña de Comunicación

Sed de paz en La Habana

30 September 2016
Il Ticino

Alle sorgenti della pace in un mondo assetato

semua rilis pers
• ACARA
30 Oktober 2016 | MADRID, SPANYOL

La Pace è il nome di Dio: lo Spirito di Assisi soffia anche a Madrid

29 Oktober 2016 | LOME, TOGO

A Lomè in Togo, la preghiera per la pace nello spirito di #Assisi

27 Oktober 2016 | ANTWERPEN, BELGIA

Lo Spirito di Assisi compie trent’anni. Quali frutti, quali sfide ?

Semua pertemuan doa untuk damai
• DOKUMEN
Comunità di Sant'Egidio

Programme of Assisi 2016 - Thirst for peace - ENGLISH

semua dokumen