Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
22 Desember 2016

Pesta Makan Siang Natal 2016

Kado Natal bagi Kaum Miskin

Komentar Pastor Ciroi Rodolfo SX tentang Makan Siang Natal Komunitas Sant'Egidio

 
versi cetak

Berbagi sukacita Natal bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya melalui "Makan Siang Natal". Kegiatan ini digagas Komunitas Sant'Egidio.

Tradisi "Makan Siang Natal" merupakan gerakan yang dihidupi Komunitas Sant'Egidio setiap Natal. Tradisi ini juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Kupang, Padang, Pontianak, dan tempat yang lain di mana Komunitas Sant'Egidio ada. Memaknai "Makan Siang Natal" tidak terbatas pada lebarnya diameter piring atau banyaknya bungkus nasi kotak. Kegiatan ini menjadi sarana menyapa hati orang-orang miskin dan terpinggirkan. Hal ini diungkapkan sahabat komunitas Sant'Egidio Romo Rodolfo Ciroi SX. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana awal perkenalan Romo dengan Komunitas Sant'Egidio?

Saya mendampingi sejak komunitas ini hadir di Indonesia. Komunitas Sant'Egidio mulai di Padang. Waktu itu, seorang anggota komunitas ini bernama Valeria datang dari Roma, Italia dan bertemua saya. Ia anggota awal komunitas. Ia mengenal seorang putri di Padang yang kebetulan kerja di Komisi Kateketik Keuskupan Padang bersama saya. Kami saling kontak dan kemudian memulai komunitas ini di Padang.
Dulu saya mendorong supaya komunitas ini bisa berkembang. Ketika saya pindah ke Yogyakarta, di sana belum ada Komunitas Sant'Egidio. Lalu Valeria datang ke sana, saya mendampinginya untuk memperkenalkan dan memulai adanya Komunitas Sant'Egidio.
Sekitar empat tahun lalu, saya pindah ke Jakarta dan tetap mendampingi Komunitas Sant'Egidio. Komunitas ini sudah ada sebelum saya hadir di sini. Komunitas di Jakarta saat ini menjadi semakin kuat dan paling kuat dibandingkan yang lain.

Dalam "Makan Siang Natal", spiritualitas apa yang diusung Komunitas Sant'Egidio?

Salah satu ciri khas Komunitas Sant'Egidio adalah bersaudara dengan kaum miskin tanpa melihat agama atau suku. Natal merupakan perayaan persahabatan bagi kita dalam tradisi Kristiani, jadi mereka mau memperlihatkan bagaimana bersahabat dengan kaum miskin. "Makan Siang Natal" menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama, saling mengenal, melayani, menyapa, dan berinteraksi dengan orang-orang yang dilayani. Yang menarik, banyak orang muda mau datang untuk melayani kaum miskin dalam "Makan Siang Natal" ini. Kaum miskin juga menerima hadiah Natal sebelum pulang.

Apa tantangan yang dialami?
Sampai sekarang, "Makan Siang Natal" tidka mendapat tantangan apa-apa. Acara ini bisa dilaksanakan dan sponsornya sangat banyak. Ada yang menyumbang makanan, ada yang menyumbang barang untuk bingkisan Natal.
Komunitas Sant'Egidio menyebarluaskan kegiatan ini. Komunitas Sant'Egidio berhasil memasyarakatkan "Makan Siang Natal" ini. Tahun lalu sudah delapan tempat pelaksanaan "Makan Siang Natal". Tahun ini ada 12 titik, bekerjasama dengan komunitas-komunitas lain. Biasanya "Makan Siang Natal" diadakan di rumah yatim piatu, Seminari Menengah Wacana Bhakti, dan tempat yang lain.

Apa harapan Romo?
Mengenai komunitas ini, saya mengharapkan bisa semakin berkembang. Spiritualitas yang mereka hidupi sangat bagus. Setiap akan melakukan pelayanan, mereka yang tergabung dalam Komunitas Sant'Egidio ini berdoa dan merenungkan Sabda Tuhan. Mereka juga menghidupi semangat kekeluargaan. Jika seseorang datang ke sekretariat mereka di Jakarta, orang yang belum pernah ke sana akan disambut baik seperti keluarga.
Dalam pelayanan Komunitas Sant'Egidio selalu mengusahakan persahabatan. Ini termasuk lewat kegiatan "Makan Siang Natal". Jadi bukan di sana, di Komunitas Sant'Egidio untuk memberi sesuatu, tapi bagaimana komunitas ini mengupayakan persahabatan melalui kedekatan dengan anak jalanan, lanjut usia, para narapidana, dan semua orang yang terpinggirkan. (A. Aditya Mahendra)

Sumber: Majalah Hidup, Edisi 25 Desember 2016

 


 JUGA MEMBACA
• BERITA
21 Agustus 2017

Semarak Perayaan Kemerdekaan RI di Sekolah Damai

21 Agustus 2017

Rekreasi bersama Sekolah Damai Noelbaki Kupang

7 Agustus 2017
YOGYAKARTA, INDONESIA

Asian Youth Day 2017: Orang Muda Pergi ke Pinggiran dan Membangun Persahabatan untuk Perdamaian Dunia

EN | ID
1 Agustus 2017

Di Indonesia-Yogyakarta, Peserta Asian Youth Day 2017 Mengunjungi Sekolah Damai

1 Agustus 2017
PRETORIA, AFRIKA SELATAN

Pemuda Sant’Egidio Pretoria bermalam minggu bersama orang miskin: kisah solidaritas yang berkesinambungan di Afrika Selatan

IT | EN | FR | ID
31 Juli 2017

Pertemuan Rohaniwan, Biarawan/wati dengan tema "Gereja Paus Fransiskus sebagai Gereja yang keluar daerah-daerah pinggiran dan Kaum Muda"

berita semua
• PRINT
21 Agustus 2017
Corriere della Sera

Per il Papa l’integrazione è il processo chiave

30 Juli 2017
HASEPOST

Angela Merkel kommt zum katholischen Weltfriedenstreffen – aber nicht nach Osnabrück

3 Juli 2017
Die Tagespost

"Gebet und Dialog"

29 Juni 2017
Westflische Nachrichten

Merkel kommt zum Weltfriedenstreffen nach Münster

29 Juni 2017
Domradio.de

"Selten wichtiger als heute"

29 Juni 2017
Neue Osnabrücker Zeitung

Weltfriedenstreffen in Osnabrück und Münster: Merkel kommt

semua rilis pers
• ACARA
1 Januari 2015

Peace in all Lands 2015

26 April 2012 | SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

Pertemuan Damai Dunia, Sarajevo 9-11 September 2012

3 Juli 2011 | INDONESIA

"Aku Cinta Damai" Pesta Negeri Pelangi. Panti Asuhan Desa Putera, Jakarta

24 Juni 2010

Mengenang William Alfredo Quijano Zetino yang mendapatkan penghargaan "Colombe d'Oro 2010". William adalah seorang anggota muda dari Komunitas Sant'Egidio di San Salvador yang dibunuh karena karyanya bagi anak-anak di Sekolah Damai.

16 September 2009

Milan - Pesta Buka Puasa Bersama oleh Komunitas Sant'Egidio: bersama-sama dengan komunitas muslim, teman-teman dan perwakilan dari berbagai agama

13 September 2009

Antwerpen (Belgia): Prosesi penyalaan obor untuk mengenang para korban deportasi selama pendudukan nazi.

Semua pertemuan doa untuk damai
• ADA HUKUMAN MATI
7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

3 Desember 2014

5th Circuit Court of Appeals stops execution of Scott Panetti!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN
Daniela Pompei

Aram I

Crescenzio Sepe

"Napoli, kota bagi semua orang, Napoli kota bagi dunia": sebuah barisan untuk mengatakan Tidak bagi Rasisme

semua dokumen

VIDEO FOTO
7:06
Makan Siang Natal bersama Komunitas Sant'Egidio
Christmas Lunch 2010 in Jakarta (Indonesia)
9:45
Sebuah video baru kunjungan Paus Benedictus XVI ke mensa Komunitas Sant'Egidio di Roma pada tanggal 27 Desember 2009

50 kunjungan

57 kunjungan

63 kunjungan

60 kunjungan

65 kunjungan
semua media terkait