Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
7 Oktober 2009

Goma (Republik Demokrasi Kongo): Sekolah di Kamp Pengungsian karena perang, yang diberi nama Floribert Bwana Chui, sekarang telah memulai aktifitas dan menampung lebih banyak anak-anak

 
versi cetak

Pelajaran di Sekolah Damai “Floribert Bwana Chui” di Goma, di kamp pengungsian Mugunga, telah dimulai. Sekolah yang diperkirakan untuk 300 anak, ternyata saat ini menampung 480 murid dan telah diatur “dua waktu belajar” agar anak-anak dapat mengikuti pelajaran. Satu hal yang baik, lebih dari ratusan murid adalah perempuan dan ini adalah hasil yang sangat penting, karena sering kali di desa-desa ini yang disuruh sekolah hanya laki-laki, sementara perempuan hanya tinggal di rumah. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah yang gratis ini telah memainkan peran yang penting dalam meyakinkan keluarga-keluarga. Suasana dalam belajar selalu meriah dan ramai. Para pengajar sangat senang karena dapat kembali mengajar sehingga dengan begini mereka merasa lebih berguna bagi desa-desa mereka.

Bagi setiap anak, Komunitas telah menyediakan buku catatan, pena, buku pegangan dan membayar gaji para pengajar. “Ini berarti memberikan kemungkinan bagi anak-anak yang hidup dalam situasi yang sangat sulit ini – kata Corneille Semakuba, Penanggung Jawab Komunitas di Goma – Beberapa dari mereka tidak mengikuti pelajaran lebih dari 3 tahun, atau karena mereka tidak memiliki hak belajar seperti anak-anak yang lain!”

Kepala Sekolahnya adalah Adabert Kalumuna, dari Komunitas Sant’Egidio, yang juga merupakan supervisor bagi para pengajar, sekaligus menjadi bagian dari tenaga pengajar. Dia sangat optimis atas perkembangan pekerjaan ini yang menjawab secara penuh salah satu prinsip Komunitas yang paling mendasar: berbagi hidup dengan orang miskin: “Sekarang – kata Adabert – anak-anak ini memiliki sekolah yang mendidik mereka secara resmi.”

Sekolah Damai ini sebenarnya dikenal sebagai sekolah swasta dan berfungsi secara resmi seperti sekolah lain. Kita berharap ketika para pengungsi kembali ke desa-desa mereka, mereka dapat memiliki kemungkinan yang sama seperti anak-anak di Kongo.

Lanjut Albert, “Saya pikir, bersama Komunitas, anak-anak ini layak mendapatkan perhatian yang lebih, terutama dalam masa dimana seluruh daerah ini (Nord Kivu) sedang mencari jalan damai. Dan benar bahwa mangajar dalam situasi seperti ini tidaklah mudah. Anak-anak kita juga memiliki masalah lain, selain belajar.

Beberapa dari mereka kehilangan orang tua, dan banyak yang tidak memiliki dokumen-dokumen tentang identitas mereka atau akta kelahiran. Jadi kita juga harus menyelesaikan masalah-masalah ini, selain mencari donator, yang mana komunitas-komunitas di seluruh dunia telah memberikan sumbangsihnya untuk membantu manyelesaikan masalah-masalh ini dan telah memberikan kesempatan bagi anak-anak ini untuk belajar secara gratis, khususnya di negara ini.


 JUGA MEMBACA
• BERITA
16 November 2016
ADJUMANI, UGANDA

Uganda: Berita besar untuk anak-anak pengungsi di Sekolah Damai Nyumanzi

IT | EN | ES | DE | PT | ID
5 Oktober 2016

5 Oktober, Hari Guru Sedunia: Semua ke Sekolah…..Damai!

IT | EN | ES | DE | PT | RU | ID | HU
11 Juli 2016
KUPANG, INDONESIA

Kupang, Indonesia: Berlibur bersama adik-adik Sekolah Damai

10 Juni 2015
ISABEL, PILIPINA

"Pesta" di Matlang Filipina, satu tempat yang taufan telah membawa bencana: Sekolah Damai dan harapan terbuka.

IT | EN | ES | DE | FR | ID
21 Januari 2015
BLANTYRE, MALAWI

Banjir di bagian selatan Negara Malawi: Darurat Pangan

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | NL | ID
15 Juli 2014
BUJUMBURA, BURUNDI

Suatu masyarakat yang semakin menyambut anak-anak dan para lansia. Komunitas Sant’Egidio di Afrika Timur bagi perikemanusiaan baru umat Kristiani

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
berita semua
• PRINT
16 Mei 2017
La Civiltà Cattolica

La corruzione che uccide. La storia di Floribert Bwana Chui

22 April 2017
L'Osservatore Romano

Senza arrendersi alla disumanità

20 April 2017
SIR

Corridoi umanitari: Caritas Italiana e Comunità di Sant’Egidio in Etiopia per aprire il primo canale dall’Africa

14 April 2017
Sette: Magazine del Corriere della Sera

Il mercato della fede tra sette, miracoli e promesse di soluzione dei problemi quotidiani

28 Maret 2017
La Civiltà Cattolica

La corruzione che uccide

18 Maret 2017
Radio Vaticana

Telemedicina: nuova frontiera per la cooperazione in Africa

semua rilis pers
• ADA HUKUMAN MATI
31 Oktober 2014

Inaugurata a Bukavu la campagna "Città per la vita"

12 Oktober 2014
All Africa

Africa: How the Death Penalty Is Slowly Weakening Its Grip On Africa

20 September 2014

Ciad: il nuovo codice penale prevede l'abolizione della pena di morte

20 September 2014
AFP

In Ciad rischio criminalizzazione gay, ma abolizione pena morte

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN

Libya: The humanitarian agreement for the region of Fezzan, signed at Sant'Egidio on June 16th 2016 (Arabic text)

Declaration of the African Union on the Republican Pact"

semua dokumen

FOTO

980 kunjungan

1101 kunjungan

1066 kunjungan

1038 kunjungan

993 kunjungan
semua media terkait