Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
29 Januari 2010

Siaran Pers: Seorang imigran adalah manusia: orang, bukan penjahat. Mari kita bekerja bagi integrasi

 
versi cetak

Komunitas Sant'Egidio mengungkapkan keprihatinannya pada pernyataan baru-baru ini oleh orang-orang di pemerintahan bagian imigrasi dan keamanan. Kesetaraan yang tidak masuk akal hubungan antara imigrasi dan kejahatan tidak hanya tidak sesuai dengan kebenaran, tetapi mengarah ke kriminalisasi imigran, tidak menghormati hak orang-orang dan mencoreng kenyataan sebenarnya. ISTAT (kantor statistic nasional) menggambarkan bahwa beberapa tahun terakhir ini, untuk imigran yang telah menetap di negara kita (Italia) dan yang berada dalam situasi stabil, tidak melanggar hukum untuk pelanggaran-pelanggaran pidana lebih banyak dari warga negara Italia sendiri.

Jika penjara Italia yang penuh dan sesak dengan sejumlah besar imigran adalah karena kejahatan imigrasi ilegal, yang menyangkut 87% dari kasus yang berkaitan dengan imigran. Selain itu sebagian besar tahanan asing sedang menunggu sidang (dan karena itu tidak dianggap bersalah sesuai dengan Art. 27 dari Konstitusi Italia). Untuk menyamakan imigrasi dan kejahatan adalah tidak berdasar dan tidak adil. Hal ini juga tersembunyi di bawah selimut liputan media dari kontroversi, pertanyaan fundamental integrasi. Hanya kebijakan yang benar dari integrasi dan penyederhanaan peraturan perundang-undangan bagi kehadiran begitu banyak pekerja asing adalah suatu respon yang diperlukan saat ini bagi satu pergerakan historis besar dari populasi.

Komunitas mengajak untuk merenungkan kata-kata dari Paus belum lama ini yaitu: "Seorang imigran adalah manusia, berbeda asal, budaya, dan tradisi, tetapi adalah seorang yang perlu dipenuhi oleh hak-hak dan kewajiban, khususnya di tempat kerja, dimana lebih mudah godaan untuk eksploitasi, yang juga adalah bagian dari kondisi-kondisi pada kehidupan nyata. Saya mengundang untuk melihat wajah yang lain dan menemukan bahwa ia memiliki jiwa, sejarah dan kehidupan yang bahwa dia adalah seorang manusia dan Allah mencintai dia seperti Dia mencintai saya "(Angelus, 10 Januari 2010).


 JUGA MEMBACA
• BERITA
18 Juli 2017
BERLIN, JERMAN

Pesan Pemuda Berlin bagi Eropa: Tak Ada Lagi Tembok

IT | EN | ES | DE | PT | CA | ID
20 Juni 2017

Hari Pengungsi Sedunia: sebuah cerita yang menunjukkan jalan harapan #WithRefugees #FaithOverFear

IT | EN | ES | FR | ID
berita semua
• PRINT
11 Mei 2017
Avvenire

Traccia bruciante

11 Mei 2017
Il Messaggero Veneto

Rogo camper. Obiettivo integrazione: il rimedio mai adottato

15 Agustus 2017
Roma

Madri e figli rifugiati a scuola con Sant'Egidio

14 Agustus 2017
Vatican Insider

Ferragosto, Sant’Egidio: si fa festa con rifugiati, anziani, rom e senza dimora

11 Agustus 2017
Vatican Insider

Migranti, Sant’Egidio: in corso a Catania “Tre Giorni senza Frontiere”

9 Agustus 2017
La Stampa

''Anche le Ong che non firmano sono legittimate a salvare vite''

semua rilis pers
• ACARA
10 Agustus 2017 | LEUCA, ITALIA

A Santa Maria di Leuca per costruire un ponte nel Mediterraneo

Semua pertemuan doa untuk damai
• DOKUMEN
Comunità di Sant'Egidio

Cinque proposte sull’immigrazione

Appello al Parlamento ungherese sui profughi e i minori richiedenti asilo

Corso di Alta Formazione professionale per Mediatori europei per l’intercultura e la coesione sociale

Omelia di S.E. Card. Antonio Maria Vegliò alla preghiera "Morire di Speranza". Lampedusa 3 ottobre 2014

Nomi e storie delle persone ricordate durante la preghiera "Morire di speranza". Roma 22 giugno 2014

Omelia di S.E. Card. Vegliò durante la preghiera "Morire di speranza"

semua dokumen

FOTO

1259 kunjungan

1204 kunjungan

1223 kunjungan

1217 kunjungan

1304 kunjungan
semua media terkait