Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
5 Juni 2010

“Masa depan anak-anak tersebut sudah pasti membutuhkan komitmen dari kita” dengan kata-kata ini, Marco Impagliazzo, presiden Komunitas Sant’Egidio, membuka pusat kesehatan di Blantyre, Malawi.

 
versi cetak

Di hadapan ratusan anak-anak, uskup agung, pemerintah setempat. Perwakilan Komunitas sant’Egidio dari Malawi dan Roma, pada tanggal 4 Juni telah membuka pusat kesehatan Komunitas Sant’Egidio yang diberi nama Yohanes Paulus II, di Machijngri di distrik Blantyre. 

Pusat kesehatan tersebut dijalankan oleh para aktivis dari gerakan “I Dream” dan ditujukan bagi anak-anak di daerah Machijngri yang hidup dalam keadaan yang sangat miskin.



Pusat kesehatan tersebut terletak dekat dengan sekolah dasar yang diikuti oleh 2,500 anak-anak, dimana 320 orang diantaranya merupakan anak yatim. Pusat kesehatan tersebut akan menyediakan makanan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan gizi bagi ratusan anak-anak lokal. Kegiatan Sekolah Damai dan bantuan umum bagi mereka yang paling membutuhkan juga direncanakan untuk diadakan di pusat tersebut.

Pusat kesehatan tersebut memiliki dua ruang makan besar, sebuah dapur, sebuah kantor untuk pencatatan pada donatur, sebuah tempat untuk mencuci tangan, kamar mandi yang cocok untuk anak-anak, sebuah gudang besar untuk menyimpan makanan dan banyak tempat untuk melakukan permainan dan berbagai kegiatan.

Dalam upacara pembukaan, direktur dari sekolah dasar tersebut, wali kota Blantyre dan uskup agung Mgr. Zyiaye, berterima kasih atas berkat berupa pusat kesehatan ini dan terutama menyebutkan tentang kecantikan dan nilai dari pusat tersebut. Sang pembicara menjelaskan tentang kebutuhan untuk menjaga anak-anak sehingga mereka dapat belajar, selain itu juga menyebutkan tentang dukungan yang akan diberikan oleh pusat kesehatan tersebut bagi keluarga-keluarga miskin yang berjuang untuk memberi makan anak-anak mereka.
Presiden Komunitas Sant’Egidio, Marco Impagliazzo mengucapkan terima kasih kepada para donatur di Eropa yang telah membuat proyek ini dapat dijalankan. Kelangsungan dari Pusat kesehatan ini akan dijamin oleh jaringan para donatur Komunitas Sant’Egidio.
 
Presiden Komunitas juga mengutip komitmen dari program DREAM dan program Bravo! Bagi anak-anak Afrika, dan mengingatkan kembali akan kesuksesan yang telah dicapai oleh kedua program tersebut. “anak-anak yang datang ke pusat ini – demikian beliau menambahkan – akan menjadi seperti anak-anak kami. Mereka akan menemukan suatu keluarga yang hangat dan penuh kasih. masa depan anak-anak tersebut sudah pasti membutuhkan komitmen dari kita”.
 
Dalam upacara tersebut, juga diberikan sebuah plakat yang ditujukan bagi Pusat Paus Yohanes Paulus II, dimana dikutip bagian dari surat Paus pada tahun 1994:
“Betapa pentingnya anak-anak di mata Yesus. kita dapat mengatakan bahwa Injil merupakan kebenaran tentang anak-anak. Kita dapat membaca Injil dalam keseluruhannya sebagai 'Injil bagi anak-anak'”.

Mulai hari ini, di Blantyre yang terletak di salah satu lingkungan paling miskin di kota, terdapat sebuah rumah yang terbuka dimana anak-anak dapat menemukan keluarga yang bersahabat dan penuh perhatian bersamaan juga dengan makanan yang baik.

 

 

 

 


LEBIH
PICTURES
 JUGA MEMBACA
• BERITA
6 Desember 2011

Pada hari natal hadiahkan sebuah adopsi jarak jauh

IT | EN | ES | DE | FR | ID
31 Oktober 2011

Bogor (Indonesia) – “Mengenal diri ” A congress of the teenagers grown up with the program of long distance adoption

IT | EN | ES | DE | FR | CA | NL | ID
4 Juli 2011

Jakarta (Indonesia) – Jumlah banyak - Lebih dari 700 orang - berkumpul untuk merayakan Pesta Negeri Pelangi dengan tema: “Aku Cinta Damai”

IT | DE | FR | NL | ID
berita semua
• PRINT
11 November 2016
Radio Vaticana

Aids in Africa: premiato progetto Dream di Sant'Egidio

10 November 2016
Vatican Insider

Aids, il Premio “Antonio Feltrinelli” dell’Accademia dei Lincei al programma DREAM di S.Egidio

1 Desember 2016
Zenit

Africa: 300mila sieropositivi curati da Sant’Egidio

18 Juli 2017
Avvenire

Malawi. «Bravo!» salva i bambini invisibili

17 Juli 2017
OnuItalia

Sant’Egidio in Malawi, convegno su solidarietà per i poveri, tenerezza per gli anziani

20 Juni 2017
Jeune Afrique

Centrafrique : un accord conclu à Sant’Egidio

semua rilis pers
• ADA HUKUMAN MATI
31 Oktober 2014

Inaugurata a Bukavu la campagna "Città per la vita"

12 Oktober 2014
All Africa

Africa: How the Death Penalty Is Slowly Weakening Its Grip On Africa

20 September 2014

Ciad: il nuovo codice penale prevede l'abolizione della pena di morte

20 September 2014
AFP

In Ciad rischio criminalizzazione gay, ma abolizione pena morte

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN

''Entente de Sant'Egidio'': Political Agreement for Peace in the Central African Republic

Libya: The humanitarian agreement for the region of Fezzan, signed at Sant'Egidio on June 16th 2016 (Arabic text)

semua dokumen

FOTO

370 kunjungan

283 kunjungan

313 kunjungan

283 kunjungan

290 kunjungan
semua media terkait