Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

change language
anda berada di: home - doa newsletterlink

Support the Community

  

DOA


 
versi cetak

"Tuhan ajarilah kami cara berdoa"
Doa merupakan jantung kehidupan Komunitas Sant'Egidio dan merupakan prioritas yang paling penting. Di penghujung hari, setiap Komunitas Sant'Egidio, besar maupun kecil, akan berkumpul di sekeliling Tuhan untuk mendengarkan sabda-Nya. Sesungguhnya Sabda Allah dan doa merupakan landasan seluruh kehidupan Komunitas. Para rasul tidak bisa tidak selain tetap berada di sekitar kaki Yesus, seperti yang dilakukan oleh Maria dari Bethani, untuk menerima kasih dan belajar cara-Nya (Fil. 2:5).
Sehingga setiap malam, ketika Komunitas kembali ke kaki Tuhan, Komunitas mengulangi kata-kata dari rasul anonym: "Tuhan ajarilah kami cara berdoa" Yesus, Sang Guru, terus menjawab: "Ketika kamu berdoa, katakanlah: Abba, Bapa". Hal itu bukanlah satu seruan sederhana. Dengan kata-kata ini, Yesus membiarkan para murid untuk berperan serta dalam hubungan mereka sendiri dengan Bapa. Oleh sebab itu, fakta bahwa sebagai anak-anak Bapa yang bertahta di surga, muncul sebelum kata-kata yang mungkin kita ucapkan. Jadi doa di atas segalanya merupakan cara untuk menjadi manusia. Ini untuk mengatakan bahwa kita anak-anak yang berpaling kepada Bapa dengan iman, dan yakin bahwa hal itu akan didengar.
Yesus mengajar kita memanggil Allah dengan sebutan "Bapa Kami" Tidak hanya "Bapa" atau "Bapaku" Para murid, meskipun mereka berdoa dengan cara mereka, tidak pernah terisolasi tidak juga menjadi yatim; mereka selalu menjadi anggota keluarga Tuhan.
Dalam doa bersama, di samping misteri anak Allah, ada juga misteri persaudaraan, seperti Bapa Gereja mengatakan: "Kamu tidak bisa memiliki Allah sebagai Bapa tanpa memiliki gereja sebagai ibu." Ketika berdoa, Roh Kudus menyatukan para rasul di ruangan atas bersama dengan Maria, Bunda Allah, sehingga mereka dapat memusatkan pandangan mereka kepada wajah Tuhan dan belajar dari Dia rahasia hati-Nya.
Komunitas Sant'Egidio di seluruh dunia berkumpul bersama di berbagai tempat doa dan menghamparkan di hadapan Tuhan harapan dan penderitaan manusia yang lelah dan letih seperti yang dikatakan oleh Injil (Mat. 9, 3:7 ), Dalam kerumunan di masa lalu ini, kita bisa melihat jumlah massa yang sangat besar di kota-kota modern ini, jutaan pengungsi yang terus melarikan diri dari negeri mereka, orang miskin yang terpinggirkan ke tepi kehidupan dan mereka yang menantikan seseorang yang akan merawat mereka. Berdoa bersama termasuk di dalamnya tangisan, seruan, permohonan, keinginan bagi damai, penyembuhan dan penebusan manusia di dunia ini. Doa tidak pernah sia-sia, doa terus menerus kepada Tuhan sehingga mengubah kecemasan menjadi harapan, air mata menjadi kegembiraan, putus asa menjadi kebahagiaan, dan kesepian menjadi persatuan. Semoga Kerajaan Allah hadir segera di antara manusia.
 

 
Menuju Doa Hati Tuhan

Sungguh mudah bagi irama kegoncangan dan tenggat kebingungan kehidupan membuat kita mengatur waktu kita tanpa merujuk kepada Tuhan. Bahkan Yesus, di padang gurun, dicobai oleh setan yang ingin mengalihkan Dia dari Bapa dan misi-Nya. Dengan Sabda Allah, Yesus mengatasi setan. Sabda Allah yang diwartakan setiap malam turun ke atas para rasul karena dengan memandang wajah Yesus, mereka dapat meniru-Nya dalam kehidupan mereka. Irama mingguan, diambil sebagai ukuran waktu dalam Doa bersama Komunitas Sant'Egidio, membuktikan secara jelas, dalam kehidupan yang tergoncang kota-kota saat ini, pedoman kepada hari Tuhan.
Oleh sebab itu Minggu menjadi puncak dalam kehidupan komunitas! Para rasul bertemu dengan Yesus yang bangkit. Dalam perjalanan ke Emaus; setelah mendengarkan Sabda Allah, pemecahan roti dirayakan dan "Mata para rasul terbuka dan mereka mengenali-Nya." Saat itu adalah minggu Paskah, yang mempermaklumkan Dia yang abadi ketika Allah mengalahkan kejahatan dan maut untuk selamanya.
Pada Senin karya minggu dimulai. Sekali lagi wajah Allah tidak lagi merupakan bagian Sang Juru Selamat yang Bangkit, tetapi mereka yang miskin, lemah, sakit dan menderita. Doa malam mengingat mereka yang miskin, mereka yang dijumpai selama hari itu dan mereka yang jauh, kadang-kadang seluruh negeri yang menderita, dan semuanya dipersembahkan kepada Tuhan sehingga Dia akan menghibur mereka dan membebaskan mereka dari kejahatan.
Maria, Bunda Allah dan merupakan yang pertama dari kaum beriman, menemani Komunitas doa di hari Selasa sehingga setiap orang belajar darinya "memendam dalam hati (Luk: 2: 51) apa yang dia dengar dan bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah memandang kita manusia lemah. Kebenaran Sabda Allah: "Apa yang tidak mungkin oleh manusia merupakan hal yang mungkin bagi Allah" telah menjadi pengalaman sehari-hari Komunitas.
Hari berikutnya, Rabu, Komunitas Sant'Egidio tersebar di seluruh dunia berdoa satu dengan yang lain bagi keutuhan Gereja. Setiap orang berdoa dalam persekutuan yang dalam, pelukan dan kegembiraan yang Tuhan berikan kepada anak-anak-Nya; doa merangkul para kudus, dengan menyebutkan nama mereka, sehingga mereka menemani seluruh Komunitas di dunia.
Pada hari Kamis seluruh Gereja, baik barat maupun timur diingat sehingga persekutuan kaum beriman dapat meningkat dan pewartaan Injil dapat mencapai ujung bumi. Tuhan, hanyalah pelayan Gereja, yang memberikan seluruh kasih-Nya yang tanpa batas yang menjadi sumber karya pelayanan dan komitmen untuk mewartakan mata air injil.
Pada hari Jumat Komunitas memusatkan pada "Mengenang Salib", sehingga setiap orang mengingat asal muasal dari penebusan dan tidak melupakan betapa besar kasih Allah terhadap manusia. Hubungan antara kebahagiaan dan kisah penderitaan membawa kita memikirkan "kekayaan" abadi yang merupakan pernyataan baik itu kematian dari cinta diri dan kemenangan kasih atas sesama.
Kemudian datanglah hari Sabtu, hari vigili dan persiapan kebangkitan Tuhan. Hari itu merupakan penantian Lazarus di depan kuburan tidak tertutup. Dalam dialah terdengar teriakan minta tolong yang muncul dari tiap bagian bumi yang diserahkan kepada Tuhan dengan permohonan agar Dia menyingkirkan batu berat yang menekan kehidupan, kehidupan kita semua, bebas dari ikatan dosa dan diselamatkan oleh belas kasih Allah.
Jadi minggu tersebut tidak lagi ditutup dengan cara biasa atau pun semrawut. Hari-hari yang dibimbing oleh doa diselaraskan oleh hari yang tidak mengenal senja, ketika, bersama dengan para malaikat, para rasul akan bernyanyi Trisangion yang mengakhiri "Doa Cahaya" Minggu malam.
"Doa Roh Kudus" mengingatkan Komunitas untuk membuka hatinya bagi nafas Allah untuk memerangi setan dan meningkatkan karya belas kasih di muka bumi. The
Mengenang Para Rasul dan tugas mereka mewartakan Injil, menahan dan mendorong komitmen Komunitas untuk mengikuti saksi-saksi awal sampai ke ujung bumi. Ikon, hadir di setiap gereja Komunitas, mengenalkan kita akan kekayaan tradisi spiritual Gereja Timur dan membantu kita mengarahkan mata hati kita terhadap Tuhan dan meletakkan seluruh keyakinan kita kepada-Nya.
 
Kekuatan Lembut dari Doa
Tak ada satupun yang mungkin tanpa doa, semua mungkin dengan doa dan iman. Dengan tidak adanya iman dari orang-orang Nazareth membuat Tuhan tidak melakukan mukjizat (Luk: 4, 21 - 30). Ketika mereka tidak berdoa dan berpuasa, para rasul tidak mampu menyembuhkan orang-orang; Doa mengatasi kelemahan manusia. Doa melampaui apa yang yang diyakini sebagai kemustahilan dan mengizinkan Allah campur tangan di dunia ini dengan kuasa-Nya yang tanpa batas.
Yakobus menuliskan dalam suratnya:" "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yak 4: 3 ). Ketika merawat orang miskin dan lemah, Komunitas belajar dari mereka untuk berpaling kepada Allah dengan keyakinan dan kegigihan mereka, dan masing-masing dari kita menemukan dalam diri kita seorang pengemis demi kasih dan damai. Sehingga, dengan kesadaran yang lebih besar, kita mampu membuka lengan kita terhadap Tuhan, dan Tuhan, Bapa dan sahabat manusia yang baik, akan menjawab dengan kemurahan hati melampaui semua harapan.
 
Doa nampak lemah di mata orang-orang. Tetapi, ketika penuh dengan keyakinan kepada Tuhan, doa sungguh kuat. Doa bisa menghancurkan dinding, mengisi yang kosong, mencabut kekerasan dan meningkatkan belas kasih. Doa bersama sesungguhnya kudus dan terberkati. Doa bersamapenting bagi setiap murid dan bagi kehidupan komunitas, tetapi pentng juga untuk kehidupan dunia. Tertulis: Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga" (Mat 18:19) Itulah mengapa para murid harus bertekun dalam doa bersama dan menjadi berani. Sesungguhnya doa merupakan senjata yang sangat hebat di tangan mereka yang beriman. Doa menghancurkan kejahatan dan meningkatkan kasih.
Dalam doa Sant'Egidio, permohonan dari mereka yang jauh maupun dekat, yang miskin dan lemah, saudara-saudari kita disatukan seolah-olah mereka bagian dari katedral sejati tetapi "nyata" yang mengumpulkan setiap orang dalam satu seruan terhadap Allah. Dengan berdoa bersama, kita bisa menjadikan diri kita menjadi ucapan rasul Petrus. "Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (1 Petrus 2: 4-5)
 

19/11/2017
Liturgy of the Sunday

Doa harian


 JUGA MEMBACA
• BERITA
1 September 2017

1 September, Mengenang Saint Egidio, Komunitas yang mengambil namanya bersyukur di setiap belahan dunia

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
12 Juni 2015

Aplikasi untuk berdoa bersama Komunitas Sant'Egidio mendarat di Apple App Store

IT | EN | ES | DE | FR | CA | ID
9 Juli 2014
ROMA, ITALIA

Uskup Agung Katolik Armenia di Aleppo saat doa Komunitas Sant’Egidio. Harapan dan penderitaan rakyat Suriah

IT | EN | DE | FR | ID | UK
22 Oktober 2013
BRNO, REPUBLIK CEKO

"Fransiskus Asisi, seorang muda yang bertemu dengan orang miskin"

IT | EN | ES | DE | FR | CA | ID
7 September 2013
INDONESIA

Dukungan Komunitas Sant'Egidio kepada Paus Fransiskus atas himbauannya untuk berpuasa dan berdoa bagi perdamaian

IT | ID
6 Agustus 2013
BUDAPEST, HONGARIA

Orang Kristen bersama-sama mengatakan tidak terhadap anti-gipsi

IT | EN | ES | FR | ID
berita semua
• PRINT
29 Juli 2016
Corriere del Veneto

Non cadiamo nella trappola, oggi preghiamo per la pace

28 Agustus 2017
Il Ticino

Comunità di Sant'Egidio Pavia - La preghiera in ricordo di Joseph

12 April 2017
Roma sette

Santa Maria in Trastevere, preghiera per i martiri del nostro tempo

12 April 2017
Avvenire

Quelle vittime come «tizzoni di speranza»

12 April 2017
La Repubblica - Ed. Roma

Roma, sabato 22 il Papa in preghiera a San Bartolomeo sull'isola Tiberina

20 Maret 2017
Main-Post

Zum Gedenken an die Einsamen

semua rilis pers
• ACARA
1 November 2017 | ROMA, ITALIA

Nella memoria di tutti i Santi, liturgia per coloro che sono morti per gravi malattie

Semua pertemuan doa untuk damai
• DOKUMEN

L'omelia di Mons. Marco Gnavi alla preghiera Morire di Speranza, in memoria dei profughi morti nei viaggi verso l'Europa

Preghiera per Elard Alumando

Predicazione di Mons. Vincenzo Paglia alla veglia di preghiera per la pace e in memoria delle vittime degli attacchi terroristici a Parigi

Omelia di S.E. Paul R. Gallagher per la commemorazione dei martiri contemporanei

Omelia della liturgia in memoria di coloro che sono morti per gravi malattie, 1 novembe 2014, Roma

Omelia di S.E. Card. Antonio Maria Vegliò alla veglia di preghiera "Morire di Speranza"

semua dokumen

FOTO

1435 kunjungan

1495 kunjungan

1645 kunjungan

1801 kunjungan

1663 kunjungan
semua media terkait