news

Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata "Tidak"

31 Januari 2019 - ROMA, ITALIA

Modesta ValentiHomeless

Berbagi Di

Demikian himbauan yang didengungkan saat peringatan untuk mengenang Modesta, supaya seluruh kota dapat menciptakan budaya keramahan, karena sejatinya selalu ada ruang bagi semua orang.

Demikian himbauan yang didengungkan saat peringatan untuk mengenang Modesta, supaya seluruh kota dapat menciptakan budaya keramahan, karena sejatinya selalu ada ruang bagi semua orang.

 

Kamis, 31 Januari 2019 pukul 19.00 waktu setempat, begitu banyak orang yang berkumpul di peron 1 Stasiun Termini Roma, dengan memegang setangkai bunga di tangan masing-masing. Mereka hadir di sana untuk berpartisipasi dalam peringatan mengenang Modesta Valenti, seorang wanita tunawisma yang meninggal 36 tahun yang lalu karena ditolak petugas medis untuk dinaikkan ke ambulans berhubung badannya kotor dan penuh kutu. Keesokan harinya, surat-surat kabar memuat berita ini dengan hanya menggambarkannya sebagai "tukang cukur yang tidak dikenal"

.

Doa diadakan di depan prasasti yang dibangun untuk mengingat wanita lansia yang berusia 71 tahun tersebut. Peringatan yang diadakan setiap tahun oleh Komunitas Sant'Egidio dan Jawatan Kereta Api Negara Italia, menegaskan supaya tidak melupakan mereka yang hidup di jalanan dalam kondisi kemiskinan yang ekstrem, yang dilanda oleh dinginnya cuaca musim dingin dan ketidakpedulian.

 

Marco Impagliazzo, presiden Komunitas Sant'Egidio, mengatakan bahwa peringatan meninggalnya Modesta pada malam ini telah menjadi satu tempat yang suci, yang mengingatkan kita pada kematian seorang wanita karena ketidakpedulian dan penolakan, yang tidak menemukan kota yang sudi untuk menyambut dirinya. Modesta mengingatkan kita bahwa kita bisa mati hanya karena sebuah kata “tidak”. Setiap hari kita harus mengatakan “ya”, “ya” untuk menyambut. Modesta membantu kita mengingat banyaknya kematian akibat dinginnya cuaca di musim dingin ini. Inilah tanda sebuah kota di mana tidak ada ruang untuk semua orang, dan ini adalah masalah yang sangat serius. Marco menyebutkan 12 nama tunawisma yang tewas sejak awal musim dingin ini dan menghimbau mereka yang memangku tanggung jawab di bidang sipil, sosial dan politik supaya bertindak cepat sehingga ada ruang buat semua orang.

 



Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata
Seseorang tidak boleh meninggal hanya karena kata