Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
19 Mei 2016

Mgr Suharyo: Gereja Katolik Tolak Hukuman Mati

 
versi cetak

Di tengah informasi akan adanya eksekusi hukuman mati gelombang ketiga pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Gereja Katolik secara tegas menolak hukuman mati.

“Ajarannya (ajaran resmi Gereja Katolik) sangat jelas, Gereja Katolik menolak hukuman mati,”ujar Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo SJ dalam seminar “Hukuman Mati di Negara Demokrasi” yang berlangsung di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.

Sikap penolakan Gereja Katolik ini, kata Mgr Suharyo, berkembang dari pada mulanya menerima, menerima dengan syarat, lalu kemudian pada akhirnya menolak sama sekali.

“Seiring dengan perkembagan sejarah manusia dan perkembangan peradaban, Gereja Katolik menunjukkan perubahan sikap. Dan perubahan sikap itu menjadi jelas, sekurang-kuranganya tahun 1992,”ujarnya.

Dalam Katekismus Gereja Katolik (11 Agustus 1992), disebutkan: Untuk menjaga kepentingan umum masyarakat, diperlukan upaya untuk membuat penyerang tak mampu merugikan. Karena itu ajaran tradisional Gereja mengakui dan mendasari hak dan kewajaiban otoritas publik yang legitim untuk menghukum penjahat dengan hukuman yang setimpal dengan beratnya kejahatan, tak terkecuali dalam kasus yang amat berat, hukuman mati.

Bila sarana tak berdarah cukup untuk membela hidup manusia melawan penyerang dan untuk melindungi tatanan publik dan keamanan orang, otoritas publik hendaknya membatasi diri dengan mempergunakan sarana seperti itu, karena lebih sesuai dengan kondisi konkret kepentingan umum dan lebih selaras dengan martabat manusia (No 2267).

Kesimpulannya, menurut Katekismus ini, hukuman mati diperbolehkan dalam kasus-kasus yang sangat parah kejahatannya. Namun, apabila terdapat cara lain untuk melindungi masyarakat dari penyerang yang tidak berprikemanusiaan, cara-cara lain ini lebih dipilih daripada hukuman mati karena cara-cara ini dianggap lebih menghormati harga diri seorang manusia dan selaras dengan tujuan kebaikan bersama.

Kemudian, lanjut Mgr Suharyo langkah yang paling menentukan diambil oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1995.

Dalam ensiklik Evangelium Vitae, Paus Yohanes Paulus II menghapus status persyaratan untuk keamanan publik dari hukuman mati ini dan dinyatakan bahwa, dalam masyarakat modern saat ini, hukuman mati tidak dapat didukung keberadaannya.

“Jelaslah bahwa untuk pencapaian tujuan ini (melindungi masyarakat), hakikat dan lingkup hukuman harus dinilai dan diputuskan dengan seksama dan tidak perlu terlalu jauh sampai melaksanakan hukuman mati bagi pelanggar, kecuali dalam kasus-kasus yang mutlak perlu, dengan kata lain, bila mustahil dengan cara lain melindungi masyarakat. Namun, dewasa ini sebagai hasil perbaikan terus-menerus dalam penataan sistem pidana, kasus demikian amat jarang, kalau tidak praktis tidak ada (No 56). Dengan demikian, Gereja Katolik tidak mendukung hukuman mati.

Pernyataan yang paling baru adalah surat yang disampaikan Paus Fransiskus kepada Komisi Internasional Penghapus Hukuman Mati pada 20 Maret 2015.”Paus dengan tegas mengatakan menolak hukuman mati, tanpa kualifikasi,”ujarnya.

Alasan yang disebut Puas Fransiskus adalah pertama hormat terhadap hidup manusia, yang di dalam ajaran Gereja Katolik itu dimuali dari pembuahan sampai mati secara natural. “Itu hidup manusia yang harus dihormati,”ujarnya.

Kedua, Paus Fransiskus juga mengatakan kalau hidup manusia dihormati, itu berkaitan dengan sang pencipta manusia. Hidup adalah suci karena hanya manusialah yang diciptakan oleh Allah demi dirinya sendiri.”Kalau (mahluk) yang lain kan diciptakan untuk. Manusia diciptkan tidak untuk sesuatu, tetapi bagi kemuliaan Tuhan. Diciptkan, bagi dirinya sendiri,”ujarnya.

Alasan lain, mengapa hukuman mati ditolak, kata Paus Fransiskus, menurut Mgr Suharyo adalah, sistem hukum tidak sempurna.”Paus mengatakan jangan merasa terlalu yakin, bahwa hukum itu selalu adil, hukum selalu tidak sempurna. Kalau orang menganggap hukum itu sempurna, itulah sumber dari ketidakadilan yang akan berlanjut,”ujarnya.

Terakhir, Paus juga mengatakan kemungkinan adanya peradilan yang sesat.

“Jadi, saat ini Gereja Katolik posisinya tidak ragu-ragu, menolak hukuman mati. Dan Paus mengajak semua umat Kristiani dan semua orang yang berkehendak baik untuk dengan tanpa lelah mengusahakan penghapusan hukuman mati,”ujarnya. (Katoliknews)

 

ASOSIASI OBYEK

 JUGA MEMBACA
• BERITA
12 November 2017
INDONESIA

Kunjungan Marco Impagliazzo ke Sekolah damai dan Mensa (kantin gratis) untuk orang miskin Sant’Egidio di Jakarta

IT | ES | DE | FR | PT | CA | RU | ID
30 Oktober 2017

Orang Muda & Promosi Perdamaian: Dialog Lintas Iman-Budaya dan Doa Bagi Perdamaian di Yogyakarta

27 Oktober 2017

Selamat Datang, #sudahseribu! Video kedatangan rombongan baru #koridorkemanusiaan

IT | ES | DE | FR | CA | RU | ID
27 Oktober 2017

27 Oktober: Semangat Assisi sudah berusia 31 tahun. Pertemuan bersejarah agama-agama berbeda untuk Perdamaian tahun 1986

IT | ES | DE | FR | RU | ID
23 Oktober 2017
BEIRA, MOZAMBIK

Memberi Makan Para Lansia di Mozambik: Membagikan bahan makanan kepada para lansia di Mozambik

IT | ES | DE | FR | PT | RU | ID
13 Oktober 2017

Hukuman mati adalah suatu tindakan tidak manusiawi yang merendahkan martabat manusia. Dan sangat bertentangan dengan Injil

IT | DE | FR | PT | ID
berita semua
• PRINT
16 November 2017
oe24

"Möchte in keiner homogenen Gesellschaft leben"

15 November 2017
RP ONLINE

Enkel des Mordopfers setzt auf Vergebung

7 November 2017
Tagespost

Die Peripherie als Zielort der Kirche

15 Oktober 2017
Herder Korrespondenz

Sant'Egidio: Auf der Suche nach der Gemeinsamkeit

9 Oktober 2017
Domradio.de

Friede, Freude, Mittagessen

9 Oktober 2017
DIE WELT

Papst informiert sich bei Steinmeier über Bundestagswahl

semua rilis pers
• ACARA
1 Januari 2015

Peace in all Lands 2015

26 April 2012 | SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

Pertemuan Damai Dunia, Sarajevo 9-11 September 2012

3 Juli 2011 | INDONESIA

"Aku Cinta Damai" Pesta Negeri Pelangi. Panti Asuhan Desa Putera, Jakarta

24 Juni 2010

Mengenang William Alfredo Quijano Zetino yang mendapatkan penghargaan "Colombe d'Oro 2010". William adalah seorang anggota muda dari Komunitas Sant'Egidio di San Salvador yang dibunuh karena karyanya bagi anak-anak di Sekolah Damai.

16 September 2009

Milan - Pesta Buka Puasa Bersama oleh Komunitas Sant'Egidio: bersama-sama dengan komunitas muslim, teman-teman dan perwakilan dari berbagai agama

13 September 2009

Antwerpen (Belgia): Prosesi penyalaan obor untuk mengenang para korban deportasi selama pendudukan nazi.

Semua pertemuan doa untuk damai
• ADA HUKUMAN MATI
10 Oktober 2017

On 15th World Day Against the Death Penalty let us visit the poorest convicts in Africa

7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN
Daniela Pompei

Aram I

Crescenzio Sepe

"Napoli, kota bagi semua orang, Napoli kota bagi dunia": sebuah barisan untuk mengatakan Tidak bagi Rasisme

semua dokumen

VIDEO FOTO
7:06
Makan Siang Natal bersama Komunitas Sant'Egidio
Christmas Lunch 2010 in Jakarta (Indonesia)
9:45
Sebuah video baru kunjungan Paus Benedictus XVI ke mensa Komunitas Sant'Egidio di Roma pada tanggal 27 Desember 2009

51 kunjungan

58 kunjungan

64 kunjungan

61 kunjungan

66 kunjungan
semua media terkait