Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
20 September 2016 | ASSISI, ITALIA

Andrea Riccardi di Assisi: agama adalah sumber air harapan bagi mereka yang haus akan perdamaian

Pidato Penutupan

 
versi cetak

Yang Mulia,
Perwakilan Gereja-gereja Kristen dan pemimpin-pemimpin agama di dunia

Ada saat yang indah, seperti malam ini, dimana kita melihat damai di jantung banyak agama dan banyak orang. Hal ini menghibur bagi dunia yang haus untuk perdamaian bagi orang yang berperang, bagi mereka yang melarikan diri dari kekerasan atau terorisme, bagi orang-orang di penjara, bagi mereka yang disiksa, bagi para ibu yang melihat anak-anaknya menderita, bagi yang miskin dan yang dimiskinkan oleh perang. Agama-agama benar-benar sebuah pemancar harapan bagi mereka yang haus akan perdamaian.

Terima kasih, untuk kalian semua, untuk teman-teman Asssisi, untuk Paus Fransiskus, yang telah berjalan dengan pencari kedamaian.

Pemimpin-pemimpin agama menunjukkan diri bersama-sama, menyerukan perdamaian, adalah sebuah contoh yang luar biasa.

Visi ini membuka kedok mereka yang menggunak nama Allah untuk berperang dan meneror/menakuti. Jadi 30 tahun lalu, pada tahun 1986, ketika Yohanes Paulus II memiliki keberanian untuk mengundang orang-orang yang dianggap terasing selama ribuan tahun. Banyak yang menanggapi undangan ini. Hal ini tidak boleh menjadi sebuah insiden yang terisolasi, seperti yang diinginkan beberapa orang, sebuah keinginan suci seorang Paus. Apakah hal ini hanya suatu peristiwa yang mungkin di sebuah kota, seperti Assisi, kota yang berharga dan indah seperti sebuah tempat tidur? Atau hanya suatu peristiwa yang terjadi di ruang kuliah atau ruang konferensi? Peristiwa ini tidaklah begitu. Peristiwa ini telah menjadi sejarah. Telah menjadi sejarah kota-kota, pinggiran kota, masyarakat, setiap tahun, yang ternodai dengan lumpur dunia, dibebani oleh rasa sakit, dibebani oleh harapan-harapan.

Selama 30 tahun kita telah menjalankan semangat ini melalui jalur dunia. Kami mengerti bahwa setiap komunitas beragama yang berdoa dapat membebaskan energi untuk perdamaian.

Sejak 1986, air perdamaian meluap untuk memadamkan konflik. Ini adalah semangat Assisi. Ada banyak sekali cerita! Saya teringat Uskup Suriah, Gregorios Ibrahim. Beliau hadir di tahun 1986 dan setelah itu beliau selalu bersama kita: beliau percaya akan hidup rukun bersama. Beliau adalah Uskup Aleppo, sebuah kota keberadaan antar agama yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia di tahun 1986. Pada April 2013, beliau meninggalkan Aleppo dengan Uskup Yazigi untuk misi kemanusiaan. Mereka belum kembali.

Aleppo telah dibom dan sekarang menjadi sebuah tumpukan puing dengan kerangka bangunan dimana orang hidup. Betapa hausnya perdamaian di Suriah! Di sana, mereka berperang, memfokuskan segala senjata: mereka memusnahkan hidup kebersamaan. Karena perang adalah kegilaan orang yang rakus akan kekuasaan dan uang.

Setelah kamu merasakan kepiluan perang, kamu akan menemukan sebuah impian hidup: perdamaian. Banyak orang mengeluh tentang kehilangan impian dan nilai hidup, tetapi bagaimana dengan perdamaian? Perdamaian tidaklah hanya untuk politisi, untuk spesialis, untuk militer: setiap orang dapat menjadi pengrajin perdamaian dengan kekuatan doa dan dialog. Ini adalah cara untuk mengalahkan panglima-panglima perang dan ahli-ahli strategi.

Dari agama-agama, tanpa kebingungan dan pemisahan, dapat menyembur orang-orang pembawa damai. Itulah impian 1986. Agama-agama dipanggil untuk mempunyai keberanian yang besar. Mereka dipanggil untuk keluar dari rencana lama yang diwarisi dari masa lalu, mereka dipanggil untuk meninggalkan ketakutan dan kepasrahan. Kita semua harus menjadi lebih berani karena dunia ini haus akan perdamaian. Kita harus melenyapkan perang karena perang adalah induk dari segala kemiskinan. Seperti yang dilakukan terhadap perbudakan.

Keberanian bagi perdamaian adalah doa dan dialog. Dialog, seperti yang dikatakan oleh teolog Ortodoks yang rendah hati Olivier Clement, “adalah sebuah kunci untuk kelangsungan hidup planet, di dunia dimana kita telah lupa bahwa perang bukanlah sebuah solusi yang bersih yang dapat mengusir kejahatan dari dunia. Dialog adalah nadi perdamaian….”

Dialog mengungkapkan bahwa perang dan kesalahpahaman tidaklah sesuatu yang tak dapat dikalahkan. Tidak ada yang hilang dengan dialog. Segala hal memungkinkan dengan perdamaian!


 JUGA MEMBACA
• BERITA
20 November 2017

Banyak meja perjamuan disiapkan untuk orang miskin di Hari Orang miskin Sedunia

IT | ES | DE | NL | ID
13 November 2017
KUPANG, INDONESIA

Menuju usia Sant'Egidio ke-50 tahun, Pertemuan Komunitas Indonesia di pulau-pulau Timor dan Flores

IT | ES | FR | PT | CA | ID
12 November 2017
INDONESIA

Kunjungan Marco Impagliazzo ke Sekolah damai dan Mensa (kantin gratis) untuk orang miskin Sant’Egidio di Jakarta

IT | ES | DE | FR | PT | CA | RU | ID
10 November 2017
INDONESIA

Sant'Egidio dan Muhammadiyah menandatangani kesepakatan baru di Jakarta untuk dialog perdamaian dan dialog antaragama

IT | ES | DE | FR | PT | CA | NL | ID | PL
30 Oktober 2017

Orang Muda & Promosi Perdamaian: Dialog Lintas Iman-Budaya dan Doa Bagi Perdamaian di Yogyakarta

27 Oktober 2017

Selamat Datang, #sudahseribu! Video kedatangan rombongan baru #koridorkemanusiaan

IT | ES | DE | FR | CA | RU | ID
berita semua
• PRINT
20 November 2017
Main-Post

Die Freunde sind füreinander da

16 November 2017
oe24

"Möchte in keiner homogenen Gesellschaft leben"

15 November 2017
RP ONLINE

Enkel des Mordopfers setzt auf Vergebung

7 November 2017
Tagespost

Die Peripherie als Zielort der Kirche

15 Oktober 2017
Herder Korrespondenz

Sant'Egidio: Auf der Suche nach der Gemeinsamkeit

9 Oktober 2017
Domradio.de

Friede, Freude, Mittagessen

semua rilis pers
• ACARA
1 Januari 2015

Peace in all Lands 2015

26 April 2012 | SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

Pertemuan Damai Dunia, Sarajevo 9-11 September 2012

3 Juli 2011 | INDONESIA

"Aku Cinta Damai" Pesta Negeri Pelangi. Panti Asuhan Desa Putera, Jakarta

24 Juni 2010

Mengenang William Alfredo Quijano Zetino yang mendapatkan penghargaan "Colombe d'Oro 2010". William adalah seorang anggota muda dari Komunitas Sant'Egidio di San Salvador yang dibunuh karena karyanya bagi anak-anak di Sekolah Damai.

16 September 2009

Milan - Pesta Buka Puasa Bersama oleh Komunitas Sant'Egidio: bersama-sama dengan komunitas muslim, teman-teman dan perwakilan dari berbagai agama

13 September 2009

Antwerpen (Belgia): Prosesi penyalaan obor untuk mengenang para korban deportasi selama pendudukan nazi.

Semua pertemuan doa untuk damai
• ADA HUKUMAN MATI
10 Oktober 2017

On 15th World Day Against the Death Penalty let us visit the poorest convicts in Africa

7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN
Daniela Pompei

Aram I

Crescenzio Sepe

"Napoli, kota bagi semua orang, Napoli kota bagi dunia": sebuah barisan untuk mengatakan Tidak bagi Rasisme

semua dokumen

VIDEO FOTO
7:06
Makan Siang Natal bersama Komunitas Sant'Egidio
Christmas Lunch 2010 in Jakarta (Indonesia)
9:45
Sebuah video baru kunjungan Paus Benedictus XVI ke mensa Komunitas Sant'Egidio di Roma pada tanggal 27 Desember 2009

51 kunjungan

58 kunjungan

64 kunjungan

61 kunjungan

66 kunjungan
semua media terkait