Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
30 Oktober 2017

#pathsofpeace

Orang Muda & Promosi Perdamaian: Dialog Lintas Iman-Budaya dan Doa Bagi Perdamaian di Yogyakarta

 
versi cetak

31 tahun lalu di kota Assisi, Italia pada tanggal 27 Oktober Santo Yohanes Paulus II untuk pertama kalinya menginisiasi hari doa untuk perdamaian. Santo Yohanes Paulus II mengundang sekitar 160 pemimpin agama dari seluruh dunia untuk bersatu dan berdoa bagi perdamaian dunia. Santo Yohanes Paulus II mengatakan bahwa ada sebuah dimensi lain dan cara yang berbeda untuk mempromosikan perdamaian, yang bukan lahir dari kompromi politik, atau penawaran ekonomi. Dia sangat yakin bahwa apapun tradisi yang dimiliki oleh sebuah agama, hal itu dapat membantu melakukan banyak hal untuk perdamain dunia.

Santo Yohanes Paulus II menutup pertemuan dengan menghimbau semua peserta yang hadir untuk mulai menyebarkan pesan damai dan menjalani semangat Assisi ini. Sejak saat itu, tepatnya 1987 sampai dengan saat ini, Komunitas Sant’Egidio mengambil tanggung jawab dan selalu mengadakan dialog dan doa bagi perdamaian di berbagai Kota di seluruh dunia.

Pada tahun ini, tepat di tanggal yang sama, 27 Oktober 2017, Komunitas Sant’Egidio yang berada di Yogyakarta, memperingati momen bersejarah itu dengan mengadakan sebuah pertemuan bagi orang-orang muda dan mengundang berbagai perwakilan dari agama-agama, kelompok budaya, para penggiat perdamaian, termasuk para musisi muda perdamaian untuk berdialog dan berdoa bagi perdamaian.

Kegiatan yang diadakan di halaman rumah Komunitas Sant’Egidio ini dihadiri kurang lebih 15 perwakilan orang muda di antaranya: dari PATRIA (Pemuda Theravada Indonesia), PERADAH (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia), Santri Gus Dur, Perwaklian OMK Santa Maria Assumpta Babarsari, Komunitas OMAH PIRUKUN-YAKOMA PGI Yogyakarta, FJD (Forum Jogja Damai), Musisi Muda Jogja Voice United, Musisi Etnik Flores, IPMT(Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tambrauw D.I.Y), HMI Universitas Islam Negeri Yogyakarta, ANBTI (Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika) dan HEREPeace (Healing, Empowering, Resilient for Peace), Messenjah, Komunitas AHMADIYAH, dan BAHAI.

Acara yang telah dilakukan di kota Yogyakarta sejak tahun 2008 ini, mengangkat tema ”KITA ADALAH JEMBATAN PERDAMAIAN”. Tema ini diangkat untuk melanjutkan karya Komunitas mempromosikan “Spirit Assisi” dan sebagai bentuk kepedulian Komunitas Sant’Egidio terhadap berbagai situasi kekerasan dan konflik horisontal yang kerap terjadi di dalam masyarakat dan melibatkan sekian banyak orang muda. Komunitas Sant’Egidio menghimbau agar orang-orang muda tidak acuh terhadap situasi diskirminasi dan konflik yang terjadi, serta berkarya secara nyata dengan mengambil tanggung jawab menjadi jembatan perdamaian di antara jurang lebar dan dalam yang berisikan kesalahpahaman serta kebencian, sehingga lahir persatuan, solidarita,s kerukunan dan saling memahami.

Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih 90-an orang muda, beberapa perwakilan menyampaikan berbagai pesan sekaligus refleksi perdamaian. Acara dialog dibuka dengan refleksi dari Yulius yang mewakili orang muda Katolik yang bergiat dalam usaha mebangun perdamaian. Yulius mengatakan, “Jadilah gambaran Allah yang sesuai dengan kehendak Allah”. “Yaitu untuk membangun perdamaian dan persaudaraan di antara manusia”.

Toto dari perwakilan agama Buddha mengatakan, “Orang muda harus belajar menjadi pembawa damai dengan mulai dari dalam diri, kemudian menjadi agen-agen perdamaian yang berkarya secara nyata di dalam lingkungan masyarakat, bukan menjadi agen-agen pemecah belah persatuan, karena sejatinya tidak ada manusia yang ingin mengalami kesengsaraan dan tinggalkan keegoan diri untuk menciptakan perdamaian”. Selaras dengan itu Yunan Helmi dari Jogja Voice United mengatakan, “orang muda saat ini yang cenderung berpikiran apatis, pragmatis dan materialistis, seharusnya mulai menyuarakan perdamaian dengan cara-cara yang kreatif demi masa depan dan persatuan bangsa”. Yunan menambahkan musik bisa menyampaikan pesan damai yang tidak bisa disampaikan oleh kata-kata biasa. Musik pun dapat mengemas perdamaian dengan ide kreatif. Dalam acara ini Yunan juga membawakan sebuah lagu dengan judul “PESAN DAMAI” yang didedikasikan khusus untuk perdamaian.

EDIT dari perwakilam PERADAH menyampaikan bahwa, “Banyak orang yang ingin berbuat baik di negeri ini. Oleh karena itu jadilah seperti sapu lidi yang dikumpulkan dan diikat menjadi satu kesatuan sehingga menjadi tangguh dan kokoh”. Wakil dari Forum Jogja Damai, Ahmad, menjelaskan dinamika terkait karya perdamaian yang dilakukan oleh orang-orang muda yang selama ini tergabung dalam forum tersebut. Secara lebih dalam Ahmad menyampaikan, dengan mengutip “Bicaralah perdamaian, bukan saling sinis”.
Lebih lanjut Fatin dari Santri Gus Dur Yogyakarta, memberi refleksi dengan menghimbau orang-orang muda agar menyadari saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan orang-orang muda. “Teman-teman muda harus bisa mengikuti para pendahulunya yang mencintai perdamaian”, menutup refleksinya dalam acara ini.

Acara dialog ini ditutup dengan pesan dari Pendeta Indriyanto dari OMAH PIRUKUN YOGYAKARTA. Beliau mengatakan beberapa hal, di antaranya tentang musik dan lagu yang erat dengan orang muda dapat menjadi jembatan perdamaian. Beliau juga mengatakan, “Menjadi jembatan artinya harus bisa menghapus dan meretas sekat di antara kita”. “Kita bisa melakukannya dengan menjadi sahabat bagi semua orang”.
Setelah berdialog bersama dengan mendengar refleksi perdamaian dari berbagai perwakilan yang hadir, acara dilanjutkan dengan doa berdasarkan keyakinan masing-masing untuk perdamaian dunia, dan penyalaan lilin untuk mengenang negara-negara yang sedang berkonflik dan berperang, kemudian ditutup dengan penandatanganan himbauan damai dari Komunitas Sant’Egidio oleh perwakilan yang hadir dalam acara tersebut.

Sebagian peserta berharap acara seperti ini terus dilakukan secara berkala dengan mengadakannya di berbagai forum agar para penggiat perdamaian dapat saling bertemu dan menguatkan. Memiliki jaringan yang lebih luas guna mempromosikan pesan-pesan damai dan karya nyata yang telah dilakukan.

 

Beberapa Foto:

   

 


 JUGA MEMBACA
• BERITA
12 November 2017
INDONESIA

Kunjungan Marco Impagliazzo ke Sekolah damai dan Mensa (kantin gratis) untuk orang miskin Sant’Egidio di Jakarta

IT | ES | DE | FR | PT | CA | RU | ID
27 Oktober 2017

Selamat Datang, #sudahseribu! Video kedatangan rombongan baru #koridorkemanusiaan

IT | ES | DE | FR | CA | RU | ID
27 Oktober 2017

27 Oktober: Semangat Assisi sudah berusia 31 tahun. Pertemuan bersejarah agama-agama berbeda untuk Perdamaian tahun 1986

IT | ES | DE | FR | RU | ID
23 Oktober 2017
BEIRA, MOZAMBIK

Memberi Makan Para Lansia di Mozambik: Membagikan bahan makanan kepada para lansia di Mozambik

IT | ES | DE | FR | PT | RU | ID
13 Oktober 2017

Hukuman mati adalah suatu tindakan tidak manusiawi yang merendahkan martabat manusia. Dan sangat bertentangan dengan Injil

IT | DE | FR | PT | ID
berita semua
• PRINT
16 November 2017
oe24

"Möchte in keiner homogenen Gesellschaft leben"

15 November 2017
RP ONLINE

Enkel des Mordopfers setzt auf Vergebung

7 November 2017
Tagespost

Die Peripherie als Zielort der Kirche

15 Oktober 2017
Herder Korrespondenz

Sant'Egidio: Auf der Suche nach der Gemeinsamkeit

9 Oktober 2017
Domradio.de

Friede, Freude, Mittagessen

9 Oktober 2017
DIE WELT

Papst informiert sich bei Steinmeier über Bundestagswahl

semua rilis pers
• ACARA
1 Januari 2015

Peace in all Lands 2015

26 April 2012 | SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

Pertemuan Damai Dunia, Sarajevo 9-11 September 2012

3 Juli 2011 | INDONESIA

"Aku Cinta Damai" Pesta Negeri Pelangi. Panti Asuhan Desa Putera, Jakarta

24 Juni 2010

Mengenang William Alfredo Quijano Zetino yang mendapatkan penghargaan "Colombe d'Oro 2010". William adalah seorang anggota muda dari Komunitas Sant'Egidio di San Salvador yang dibunuh karena karyanya bagi anak-anak di Sekolah Damai.

16 September 2009

Milan - Pesta Buka Puasa Bersama oleh Komunitas Sant'Egidio: bersama-sama dengan komunitas muslim, teman-teman dan perwakilan dari berbagai agama

13 September 2009

Antwerpen (Belgia): Prosesi penyalaan obor untuk mengenang para korban deportasi selama pendudukan nazi.

Semua pertemuan doa untuk damai
• ADA HUKUMAN MATI
10 Oktober 2017

On 15th World Day Against the Death Penalty let us visit the poorest convicts in Africa

7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN
Daniela Pompei

Aram I

Crescenzio Sepe

"Napoli, kota bagi semua orang, Napoli kota bagi dunia": sebuah barisan untuk mengatakan Tidak bagi Rasisme

semua dokumen

VIDEO FOTO
7:06
Makan Siang Natal bersama Komunitas Sant'Egidio
Christmas Lunch 2010 in Jakarta (Indonesia)
9:45
Sebuah video baru kunjungan Paus Benedictus XVI ke mensa Komunitas Sant'Egidio di Roma pada tanggal 27 Desember 2009

51 kunjungan

58 kunjungan

64 kunjungan

61 kunjungan

66 kunjungan
semua media terkait