Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
9 September 2011 | ROMA, ITALIA

Bapak Suci Paus Benediktus XVI hari ini menerima audensi: Profesor Andrea Riccardi, pendiri Komunitas Sant'Egidio, presiden Komunitas San'Egidio dan Uskup Terni-Narni-Amelia Vincenzo Paglia

 
versi cetak

Audiensi diadakan di malam Pertemuan Doa Damai antaragama yang mengusung "semangat Asisi" yang akan diselenggarakan di Munich bekerja sama dengan Keuskupan Agung Munich dan Freising dari tanggal 11 sampai 13 September. Tema pertemuan tahun ini adalah "Ikatan untuk Hidup Bersama. Iman dan Budaya dalam Dialog". Pertemuan akan dibuka dengan peringatan khusus serangan teroris yang ke sepuluh terhadap Amerika Serikat dengan tautan langsung secara audiovisual ke New York. Program konferensi ini akan membuka sebuah rangkaian diskusi meja bundar dengan berbagai topik spiritual, politik dan sosial. Para pemimpin berbagai agama akan berperan serta, termasuk 14 kardinal dan lebih dari 40 orang uskup Katolik, uskup Metropolitan Ortodoks, Uskup Evagelis dan tokoh-tokoh dari agama besar dunia. Para pemimpin politik akan berdiskusi dengan mereka antara lain: Presiden Wulff, Kanselir Angela Merkel, Presiden Guinea Conakry, menteri-menteri dari Israel dan Otoritas Palestina, Menteri Luar Negeri Italia Frattini, seorang menteri dari CNT Libia dan tokoh-tokoh budaya.

Beberapa panel akan didedikasikan bagi gerakan di negara-negara Arab seperti Mesir, Tunisia dan Libia. Lebih jauh ziarah ke kamp konsentrasi Dachau juga direncanakan. Ziarah akan dipimpin oleh Kardinal Roger Etchegaray.

Selama audiensi dijelaskan kepada Bapak Suci perihal perkembangan Komunitas Sant'Egidio di dunia khususnya di Afrika, tempat Komunitas Sant'Egidio berada di tiga belas negara dan beberapa negara lain di Asia termasuk Pakistan. Disebutkan juga tentang Shahbaz Bhatti, seorang tokoh martir yang memiliki hubungan spiritual dengan komunitas.

 
Disebutkan juga mengenai Benua Afrika terutama perihal pengembangan program solidaritas Komunitas: program DREAM telah merawat 150.000 penderita AIDS di 10 negara Afrika dan telah berhasil dalam merawat penderita HIV. Diceritakan juga tentang kondisi buruk para manula di banyak negara Afrika yang mana mereka tidak mendapatkan dukungan sosial dan hidup dalam kondisi yang sangat terpinggirkan dan Komunitas telah merawat mereka sejak beberapa tahun yang lalu.
Foto-foto