Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
1 Oktober 2013

Mendelegitimasi terorisme agama

Teolog Katolik Puig i Tàrrech: «Terorisme dalam nama Tuhan adalah satu serangan terhadap semua keyakinan»

 
versi cetak

«Terorisme dengan memohon nama Tuhan merupakan satu serangan terhadap keyakinan banyak manusia yang berbagi iman dengan para pembunuh tetapi juga satu kekerasan kepada semua yang beriman." Hal ini merupakan kata-kata dari Armand Puig i Tàrrech, Direktur fakultas Teologi Catolonia (Barcelona), pada panel "Teror dalam nama Agama Menantang kaum Beriman" dalam pertemuan Internasional "Berani Berharap" yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio».



«Agama memiliki berbagai tantangan berkenaan dengan cara mereka mendekati yang Mutlak dan Tak Terlukiskan. Satu tantangan paling sulit adalah penggunaan nama Tuhan untuk membunuh orang lain, sering dengan cara yang tanpa pandang bulu, beriman atau tidak, kadang-kadang orang-orang yang termasuk dalam agama yang sama».



Dia mengatakan «bahwa penghujatan terburuk yang dapat dilakukan manusia kepada Tuhan adalah mereka yang membuat baginya Tuhan kekerasan bukannya mengakui Dia sebagai Tuhan perdamaian. Para teroris yang membunuh, kadang-kadang dengan mengorbankan nyawanya dalam pembunuhan massal, tidak melayani Tuhan, tetapi satu ideologi kematian yang membawa Tuhan sebagai satu pembenaran untuk kebencian dan kekerasan.



Bagi teolog «Tidak ada pemeluk agama, adil dan penuh kasih, dapat menghadirkan Tuhan sebagai Dia yang meminta satu komitmen kematian, satu penghancuran kehidupan yang merupakan anugerah ilahi dan oleh karenanya kudus. Para teroris berpikir bahwa dengan membunuh orang-orang yang tidak bersalah mereka akan pergi ke surga, tetapi dia tidak menyadari bahwa surga adalah satu tempat bagi kehidupan abadi, dan akan sangat sulit masuk ke dalamnya setelah melakukan pembunuhan atas nama Tuhan kehidupan».


 JUGA MEMBACA
• BERITA
29 Maret 2016
ROMA, ITALIA

Doa bagi para korban dan untuk perdamaian di Lahore, Pakistan

IT | EN | DE | PT | ID
13 Agustus 2014
BETHLEHEM

Di Betlehem, tempat kelahiran Yesus, Komunitas Sant'Egidio berdoa untuk perdamaian.

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
22 Maret 2014

Dukacita atas wafatnya Ignatius Zakka I Iwas, Patriakh Gereja Ortodoks Siria di Siria

IT | EN | ES | DE | FR | PT | ID
12 Februari 2014
ANTWERPEN, BELGIA

“Damai merupakan masa depan”. Doa dan Pertemuan Damai Internasional 2014 di Antwerp

IT | EN | ES | DE | FR | PT | NL | ID
23 Oktober 2013

Tiga video: Keberanian Menuju Harapan

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
2 Oktober 2013
ABIDJAN, PANTAI GADING

"Berani Berharap", juga diselenggarakan di Afrika.

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
berita semua
• PRINT
28 November 2016
FarodiRoma

La preghiera per la pace da Wojtyla a Bergoglio in un libro di Paolo Fucili

20 September 2016
Vatican Insider

Germania, il prossimo incontro di S.Egidio avverrà nei territori della pace di Westfalia

9 September 2016
SIR

Cei: il 20 settembre Giornata di preghiera per la pace in concomitanza con l’incontro di Assisi

19 Agustus 2016
Avvenire

Il Papa nella città del Poverello «celebra» lo spirito di Assisi Il 20 settembre sarà all'incontro "Sete di pace"

19 Agustus 2016
SIR

Comunità di Sant’Egidio: Impagliazzo, “gioia” per la presenza di Papa Francesco il 20 settembre ad Assisi

18 Agustus 2016
Avvenire

Dialogo e pace, il Papa ad Assisi il 20 settembre

semua rilis pers
• ACARA
6 September 2016 | OAKLAND, AMERIKA SERIKAT

Mercy, the Heart of Peace: Dialogue and Prayer for Peace in Oakland, on September 6th

Semua pertemuan doa untuk damai
• DOKUMEN

Christians in the middle east: What Future ?

The Courage to Hope - THE DEFINITIVE PROGRAMME

semua dokumen
• BUKU-BUKU

Trialoog





Lannoo Uitgeverij N.V

Lo Spirito di Assisi





San Paolo
semua buku

FOTO

1091 kunjungan

1116 kunjungan

1154 kunjungan

1255 kunjungan
semua media terkait

Per Natale, regala il Natale! Aiutaci a preparare un vero pranzo in famiglia per i nostri amici più poveri