Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
17 Maret 2009

Dalam penerbangan ke Kamerun. Bapa Paus Benediktus XVI menekankan tentang pentingnya komitmen dari Komunitas Sant’Egidio dalam perjuangan melawan AIDS di Afrika

 
versi cetak

Dalam penerbangan yang membawanya ke Kamerun, Paus Benediktus XVI menjawab pertanyaan dari jurnalis mengenai peranan Gereja di Afrika dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi benua tersebut, diantaranya penyebaran AIDS. Paus menyatakan bahwa “realitas yang paling mengesankan, yang paling nyata dan paling kuat dalam perjuangan melawan AIDS adalah Gereja Katolik, dengan badan-badan, pergerakan dan komunitasnya.

"Saya berpikir – ini merupakan pernyataan Paus – tentang Komunitas Sant’Egidio yang telah melakukan banyak hal baik yang dapat dilihat maupun yang tidak terlihat, dalam perjuangan melawan AIDS, juga tentang Camillians, para suster yang telah menolong orang2 yang sakit. Saya mengatakan bahwa masalah AIDS tidak dapat hanya diatasi dengan uang –walaupun memang uang merupakan hal yang penting – tapi jika tidak ada jiwa, tidak ada orang yang tahu bagaiamana menggunakannya, maka uang tidak akan dapat menolong”.

“Sangatlah pantas dipuji – Paus menambahkan – bahwa pasien2 di Negara ini dirawat secara gratis”

Komunitas Sant’Egidio yang telah memulai pusat perawatan gratis di 10 negara di Afrika dalam program DREAM untuk melawan penyakit AIDS, telah memulai bantuan ini sejak awal tahun 2008 dengan mendirikan sebuah pusat pengobatan di Dschang, di bagian utara Negara tersebut, dimana sebuah laboratorium Biologi molekul yang masih aktif, disana dilakukan berbagai kegiatan seperti melakukan diagnosis, perawatan, pencegahan penularan dari ibu kepada anaknya, bantuan makanan, perawatan rumah, dan juga melatih para staff khusus.


 JUGA MEMBACA
• BERITA
8 Juni 2010

Kamerun: Komitmen Komunitas untuk memperbaiki kondisi para tahanan di penjara Garoua dan Maroua

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | NL | ID
13 Juli 2017
LILONGWE, MALAWI

Mari mengisi kesenjangan dengan orang miskin Sant'Egidio di Lilongwe memperbarui komitmen bagi orang miskin di Malawi

IT | EN | ES | DE | NL | ID
berita semua
• PRINT
11 November 2016
Radio Vaticana

Aids in Africa: premiato progetto Dream di Sant'Egidio

10 November 2016
Vatican Insider

Aids, il Premio “Antonio Feltrinelli” dell’Accademia dei Lincei al programma DREAM di S.Egidio

14 Juli 2016
AlfayOmega

Las periferias y el futuro del cristianismo

21 Juni 2017
Madre

«Apriamo cuori e frontiere» A tu per tu con Marco Impagliazzo

29 Mei 2017
Vatican Insider

Sant’Egidio, conferenza su “La Chiesa cattolica in Cina tra passato e presente"

22 Mei 2017
Corriere della Sera

Quei cardinali «di periferia» scelti dal Papa

semua rilis pers
• DOKUMEN

The Goal of a DREAM

Scherer: In Brasile una Chiesa viva che educa e trasforma

I colori della fede, uniti nella diversità

Jean Asselborn

Discours du Vice-Premier ministre, ministre des Affaires étrangères Grand-Duché de Luxembourg Jean ASSELBORN

Marc Spautz

Discorso di Marc Spautz, ministro della Cooperazione del Lussemburgo

Impagliazzo Marco

Marco Impagliazzo: Afrique: terre d’opportunités

semua dokumen

VIDEO FOTO
1:38
Paolo VI e Athenagoras - lo storico incontro

162 kunjungan

118 kunjungan

160 kunjungan

143 kunjungan

152 kunjungan
semua media terkait