Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
18 Juli 2009

Siaran Pers. TUJUH PULUH TAHUN SEJAK TERJADINYA PERANG DUNIA KE-2. IMAN DAN BUDAYA DALAM DIALOG. Semangat Asisi di Krakow, 6-8 September 2009.

 
versi cetak

Krakow, 6 – 8 September

Para pemimpin agama besar di dunia, para kepala Negara dan juga para perwakilan dari berbagai budaya akan berkumpul di Krakow dari tanggal 6-8 September atas undangan Komunitas Sant’Egidio dan Kardinal Stanislao Dziwisz.
“Semangat Asisi” kembali ke Polandia, kali ini ke kota asal Yohanes Paulus II, tempat dimana Paus memperoleh pengajaran budaya, kemanusiaan dan spiritualnya.
Para pemimpin agama setuju untuk bertemu di tempat pertemuan sejarah Eropa ini, membentuk suatu jalan untuk peziarahan, suatu hal yang belum pernah dilakukan baik dari segi ukuran maupun bentuk, menuju kamp konsentrasi Auschwitz – Birkenau, sebagai suatu tanda rekonsiliasi dan perdamaian dan suatu tanda penolakan keras terhadap kekerasan dan perang sebagai jalan untuk menyelesaikan konflik internasional.
Disini juga akan diadakan suatu peristiwa khusus untuk mengingat kembali dialog yang telah terjadi selama dua puluh tahun, yang diprakarsai oleh Yohanes Paulus II, di daerah dimana dia telah menghabiskan waktunya dalam tahun-tahun yang penuh peperangan dan dimana dia menemukan seni untuk berdialog melalui pertemuannya dengan seorang teman yang berkebangsaan Yahudi. Mungkin dalam tahun yang dia habiskan di Krakow itulah dia mulai memiliki pemikiran mengenai hal yang nantinya akan diresmikan di Asisi dan yang membawa terciptanya Hari Doa Sedunia yang bersejarah dan juga Puasa bagi Perdamaian pada tanggal 27 Oktober 1986: suatu permintaan kepada Tuhan dari semua agama di bumi sehingga Dia memberikan damai kepada dunia yang penuh dengan luka perpecahan dan peperangan.

Kenangan tragis, 70 tahun setelah dimulainya Perang Dunia II dan juga perayaan 20 tahun dirobohkannya tembok Berlin dan rezim Komunis di Eropa Timur menjadi latar belakang dari keputusan Stanislao Dziwisz, sekretaris dari Yohanes Paulus II, perwakilan kardinal di Krakow, dan juga Komunitas Sant’Egidio untuk menghidupkan kembali semangat Asisi, dari Krakow ke seluruh bagian dunia.

Pada masa sulit ini dimana terjadi krisis ekonomi dan juga konflik regional, yang menimbulkan ketidakpastian, rasa takut dan kebingungan dalam generasi dunia kita sekarang ini, agama akan mengumpulkan, melalui dialog, suatu energi spiritual yang dibutuhkan oleh dunia yang tidak memiliki pandangan dan masa depan.

Lebih dari sepuluh kardinal akan hadir: disamping kardinal Dziwisz, kardinal Rylko, Sandri, Sepe, Sistach, Poupard, Glemp, Macharski, Shirayanagi, McCarrick dan juga kepala Gereja Katolik Yunani Melkite di Antiokhia, Gregorios III Laham, akan turut hadir.
Dari beberapa gereja ortodoks dan juga gereja timur kuno, akan ada juga dua saksi dari penderitaan yang terjadi di timur tengah dan Afrika, Yang dimuliakan Karekine II, para kepala dan juga kepala uskup dari seluruh Armenia, dan yang dimuliakan Abuna Paulos, kepala uskup dari gereja ortodoks Etiopia, yang menghabiskan waktu tujuh tahun di penjara. Juga akan ada seorang saksi dari pertemuan antar agama yang terakhir yaitu Chyrysostomos II, uskup dari New Justina dan juga dari seluruh siprus.

Partisipasi dari berbagai bagian dunia yang berbeda ini akan diramaikan juga oleh perwakilan dari komunitas internasional Kristiani, organisasi internasional Kristiani dan juga dari agama-agama besar dunia yang lain. Dari Rev. Dr Ishmael Noko, sekretaris umum dari Federasi dunia Lutheran sampai pada kepala rabbi Israel, Yona Metzger, Shear-Yashuv Cohen, kepala Rabbi dari Haifa, bersama dengan para perwakilan Muslim, dari Indonesia, India, Mesir, maroko, Turki, Libanon, Pantai Gading, Qatar dan juga perwakilan yang penting dari agama Budha dan Hindu.
Dan akhirnya akan hadir juga banyak perwakilan pemerintah dari berbagai Negara: dari Siprus sampai Costa Rica, dari Albania sampai Timor Timur, dari Polandia dan Uganda, suatu tanda penting dari suatu dunia yang memiliki berbagai bangsa.

METODE AKREDITASI
 
Keuskupan Krakow dan juga Komunitas Sant’Egidio dapat memberikan keterangan lebih lanjut yang mungkin diperlukan dalam membuat suatu laporan khusus atau analisa yang lebih mendalam mengenai acara ini.
 
Para jurnalis, fotografer, dan kameramen yang ingin mengikuti acara ini harus membuat suatu permintaan akreditasi kepada Komunitas Sant’Egidio di Roma sebelum tanggal 15 Agustus 2009. Lewat e-mail: 
[email protected]

Orang yang dapat dihubungi : Rinaldo Piazzoni (HP. 39.335.8381334), Paolo Ciani (HP. 39.338.7870605), Francesco Dante (HP. 39.339.3324274).

Untuk memperoleh akreditasi ini perlu dikirimkan:
 
1) E-mail, faks, atau surat dengan kop surat dari masing-masing organisasi untuk permintaan akreditasi, yang ditandatangani oleh editor atau senior manajer.
2) Nomor identifikasi profesional dan dokumen identifikasi pribadi.
3) Nomor yang bisa dihubungi untuk komunikasi selanjutnya.
 
Lencana akreditasi dapat diperoleh secara langsung di Krakow, Ruang Konferensi pertemuan Internasional mulai tanggal 4 September 2009. Surat akreditasi, 2 lembar foto dan dokumen personal dan profesional harus diserahkan sebelum lencana tersebut diberikan.

Piazza di S. Egidio 3 a – 00153 Roma Tel. 06 585661 – Fax 06 5883625
www.santegidio.org - E-mail [email protected]