Riccardi Andrea: di web

Riccardi Andrea: di jaringan sosial

Riccardi Andrea: tekan ulasan

change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
1 Oktober 2013

Pidato Bapa Suci kepada para peserta Pertemuan Damai Internasional "Berani Berharap"

 
versi cetak
Beatitudes,
Eminences,
Representatives of the Churches, Ecclesial Communities and Great Religions,
 
Anda sekalian tinggal secara intens dalam pertemuan ini, yang mengumpulkan semua orang dari agama yang berbeda dan memiliki jabatan yang penting dan menantang: 
"Keberanian Harapan". Saya berterima kasih kepada profesor Andrea Riccardi untuk kata sambutan yang dia sampaikan mewakili anda semua, dan bersama dia di dalam Komunitas Sant'Egidio, karena telah mengikuti kegigihan jalan yang dirintis oleh Beato Yohanes Paulus II dalam pertemuan bersejarah di Asisi: untuk menjaga lentera harapan tetap menyala, dengan doa dan karya bagi damai. 
Pada tahun 1986, dunia masih ditandai oleh perpecahan dalam blok yang berlawanan, dan dalam konteks tersebut Sri Paus mengundang para pemimpin agama untuk berdoa bagi damai: tidak lagi bermusuhan satu dengan yang lain, tetapi berdampingan satu dengan yang lain. 
Hal itu tidak harus, dan tidak dapat, tetap satu peristiwa yang terpisah. 
Anda semua meneruskan jalan tersebut dan meningkatkan dorongannya, dengan melibatkan para perwakilan yang relevan dari semua agama, begitu juga orang awam dan pemikir humanis. 
dalam bulan-bulan ini, kita merasa bahwa dunia membutuhkan "semangat" yang menghidupkan pertemuan historis tersebut. 
Mengapa? 
Karena dunia sangat sangat membutuhkan damai. 
Tidak! 
Kita tidak pernah dapat tanpa harapan di depan penderitaan seluruh manusia, tawanan perang, mereka yang menderita, yang tereksploitasi. 
Kita tidak bisa acuh tak acuh dan menjadi penonton tanpa daya dari tragedi anak-anak, keluarga, dan lansia, yang di hajar oleh kekerasan. 
Kita tidak bisa membiarkan terorisme memenjarakan hati beberapa orang yang mendukung kekerasan yang menabur kesedihan dan kematian di antara orang lain. 
Kebanyakan dari semuanya, kita meningkatkan suara kita ketika kita bicara, kita semua, tanpa henti, sehingga di sana tidak ada pembenaran agami untuk kekerasan, dalam cara apa pun kekerasan itu muncul. 
Seperti ditegaskan oleh Paus Benediktus dua tahun lalu, pada perayaan pertemuan Asisi ke-25, kita perlu menghapus semua bentuk kekerasan yang bermotifkan agama, dan secara bersama-sama mengamati bahwa dunia tidak jatuh menjadi korban kekerasan yang terdapat dalam semua proyek peradaban yang didirikan atas satu "tidak" bagi Tuhan.

 
Sebagai pemimpin dari agama yang berbeda, banyak hal yang dapat kita lakukan. Damai merupakan tanggung jawab setiap orang. Berdoa bagi damai, berkarya bagi damai! 
Seorang pemimpin agama selalu seorang manusia damai, karena perintah damai dituliskan dalam kedalaman tradisi agama yang kita wakili. 
 Tetapi apa yang bisa kita lakukan? 
Pertemuan anda setiap tahun menyarankan satu jalan: keberanian berdialog. 
Keberanian ini, dialog ini, memberi kita harapan. 
Hal itu tidak ada hubungannya dengan optimisme, yang kadang-kadang berarti lain. Harapan! 
Dalam dunia, dalam masyarakat, perdamaian masih sedikit karena kurangnya dialog, masyarakat sepertinya sulit untuk keluar dari cakrawala kepicikan dari kepentingan mereka dan membuka konfrontasi sejati dan tulus. 
Damai memerlukan keteguhan, kesabaran, kekuatan, dialog cerdas, yang tidak memikirkan sesuatu sebagai kerugian. 
Dialog bisa menaklukkan perang. 
Dialog dapat membuat masyarakat yang berasal dari generasi berbeda, yang sering saling mengabaikan, hidup bersama; dialog membuat warga dari berbagai etnis yang berbeda, dengan keyakinan yang berbeda, hidup bersama.
 Dialog adalah jalan menuju damai. 
Karena dialog memajukan pemahaman, harmoni, kerukunan, damai. itulah mengapa dialog harus tumbuh, harus disebarkan di antara masyarakat dari semua kondisi dan keyakinan, seperti satu jejaring damai yang melindungi dunia, khususnya yang paling lemah.

 
Para pemimpin agama, kita dipanggil untuk "dalam dialog", untuk bertindak yang konstruktif bagi damai bukan sebagai orang yang berada di tengah-tengah, tetapi sebagai mediator yang otentik. Penengah menawarkan diskon kepada semua pihak, agar mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. 
Sebaliknya, mediator tidak mengharapkan sesuatu bagi dirinya, tetapi menghabiskan diri mereka secara cuma-cuma, sampai pada akhirnya memangsa mereka sendiri, demi satu-satunya keuntungan, yakni damai. Masing-masing dari kita dipanggil menjadi artis damai, bersatu, tidak memecah belah, menghilangkan kebencian dan tidak menyimpannya, membuka jalan dialog dan tidak membangun pemisah baru! Berdialog, bertemu, membangun budaya dialog, budaya pertemuan di dunia.

 
Warisan dari pertemuan pertama di Asisi, tumbuh tahun demi tahun juga dalam jalan anda, menunjukkan bagaimana dialog secara baik sekali terhubung kepada doa setiap orang. Dialog dan doa tumbuh atau binasa bersama. Hubungan manusia dengan Tuhan merupakan sekolah dan makanan dialog dengan manusia. Paus Paulus VI mengatakan "asal usul transenden dialog" dan Beliau mengatakan "Agama pada hakekatnya merupakan hubungan tertentu antara Tuhan dan manusia. Agama menemukan ungkapannya dalam doa; dan doa adalah satu dialog (Ecclesiam suam, 72) marilah kita berdoa bagi perdamaian dunia, bagi perdamaian Suriah, bagi perdamaian Timur tengah, bagi perdamaian banyak Negara di dunia. Semoga keberanian damai ini memberikan keberanian harapan bagi dunia ini, bagi mereka semua yang menderita karena perang, kepada kaum muda yang memandang masa depan dengan keraguan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, yang mendengarkan doa kita, mendukung kita dalam jalan damai ini. Dan saya ingin menyarankan bahwa sekarang masing-masing dari kita, semuanya, dengan kehadiran Tuhan, dalam hening, semuanya, mengucapkan damai satu dengan yang lain. Terima kasih!

 JUGA MEMBACA
• BERITA
2 Oktober 2013
ABIDJAN, PANTAI GADING

"Berani Berharap", juga diselenggarakan di Afrika.

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
1 Oktober 2013

Pemikir India Kulkarni mengatakan: "Terorisme Agama memecah "in primis" asal usul agama".

IT | EN | ES | DE | PT | CA | ID
1 Oktober 2013

Teolog Katolik Puig i Tàrrech: «Terorisme dalam nama Tuhan adalah satu serangan terhadap semua keyakinan»

IT | EN | ES | PT | CA | ID
1 Oktober 2013

Rita Prigmore, seorang yang selamat dari Sintisa Porrajmos: "propaganda hak eropa baru merupakan mimpi buruk"

IT | EN | ES | DE | PT | CA | ID
1 Oktober 2013

Hakim Agung Pakistan, Masud: "Agar berada di samping Tuhan, bukan memohon Tuhan menjadi milik kita"

IT | EN | ES | DE | PT | CA | ID
berita semua
• PRINT
11 Oktober 2014
AICA.ORG

San Egidio: Encuentro interreligioso de oración por la paz

6 Oktober 2014

Oración Interconfesional por la paz

8 September 2014
De morgen

Religieuze leiders openen driedaagse vredesconferentie

29 Oktober 2013
Roma sette

Preghiera e condivisione fondamenta della pace

5 Oktober 2013
Ouest-France

Le courage de l'espérance

1 Oktober 2013
La Libre Belgique

Appel de chefs des religions à Rome contre "le terrorisme religieux"

semua rilis pers
• DOKUMEN

Christians in the middle east: What Future ?

The Courage to Hope - THE DEFINITIVE PROGRAMME

semua dokumen

FOTO

1261 kunjungan
semua media terkait